Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme, Monoteisme dan Henoteisme

Animisme adalah – Setiap orang dengan latar belakang kehidupan, lingkungan dan keluarga yang berbeda – beda menjadikan mereka tumbuh dengan pemahaman dan kepercayaan yang berbeda – beda. Karena itu di Indonesia ada orang yang menganut kepercayaan A, B dan sisanya menganut kepercayaan C. Salah satu contohnya adalah budaya penganut animisme, dinamisme dan sejenisnya.

Animisme adalah suatu kepercayaan seseorang tentang adanya makhluk halus atau roh didalam benda. Kepercayaan ini tidak berdiri sendirian. Ada juga istilah kepercayaan dinamisme, politeisme, monoteisme dan juga henoteisme. Informasi selengkapnya tentang kepercayaan animisme adalah beserta kepercayaan dinamisme sampai henoteisme akan kita bahas dalam informasi di bawah ini!

Animisme Adalah, Dinamisme, Politeisme, Monoteisme dan Henoteisme

pengertian animisme

Pengertian animisme

Seperti yang kita sudah sebutkan sebelumnya banyak para ahli menjelaskan tentang animisme, salah satunya ialah  bahwa animisme adalah suatu kepercayaan kepada makhluk halus dan roh yang menjadi suatu asas kepercayaan yang awalnya muncul di sekitar manusia primitive.

Kepercayaan yang dimiliki oleh orang – orang yang menganut animisme percaya bahwa setiap benda yang ada di bumi ini memiliki jiwa yang mesti dihormati agar mereka tidak mengganggu manusia yang ada di sekitar tempat tinggal jiwa – jiwa tersebut.

Arti dinamisme

Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki tenaga atau kekuatan yang dapat berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan kehidupan.

Orang – orang yang percaya dengan kepercayaan dinamisme, mereka percaya terhadap suatu kekuatan gaib dimana kekuatan tersebut diakui dapat menolong mereka. Kekuatan gaib tersebut terdapat didalam benda – benda seperti halnya terdapat pada keris, patung, gunung, pepohonan besar dan juga yang lainnya. Agar untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut mereka kemudian melakukan berbagai upacara termasuk memberikan sesajen atau berbagai macam ritual yang lainnya. Itulah berbagai aspek  yang dipercayai dan dilakukan penganut dinamisme.

politeisme ِadalah

Pengertian politeisme secara harfiah berasal dari bahasa Yunani poly + theoi yang memiliki arti banyak Tuhan. Maka pengertian politeisme merupakan suatu kepercayaan yang ditujukan pada banyak Tuhan atau banyak dewa. Tujuan menjalankan agama dalam politeisme tentu bukan hanya memberikan sesajen atau memberikan persembahan kepada dewa – dewa melainkan juga tetap menyembah dan berdoa kepada mereka untuk menjauhkan amarahnya dari berbagai balak dan juga musibah.

Pengertian monoteisme

Monoteisme merupakan paham atau suatu kepercayaan yang mengungkapkan bahwa hanya Tuhan untuk seluruh alam saja yang tidak lagi diakui adanya Tuhan – Tuhan asing yang disangka musuh atau saingan. Kemudian Bakhtiar (1997 : 72) juga memiliki pendapat lain tentang monoteisme. Namun sebenarnya pada hakikatnya pengertian yang disebutkan kurang lebih sama.

Menurut Bakhtiar, paham Tuhan utama dalam suatu agama dapat meningkat menjadi paham Tuhan Tunggal yang berarti bahwa Tuhan utama adalah Tuhan satu yaitu Tuhan untuk nasional dan untuk satu bangsa.

Definisi henoteisme

Henoteisme merupakan suatu pemahaman tentang sebuah kepercayaan yang menerangkan bahwa hanya terdapat satu dewa yang berkuasa didalam dunia akan tetapi tanpa memungkiri akan keberadaan dewa – dewa yang lainnya. Henoteisme ini juga dipahami sebagai suatu tahap keagamaan yang berada diantara paham politeisme menuju ke paham monoteisme.

Perbedaan Kepercayaan Animisme dan Dinamisme

Perbedaan Kepercayaan Animisme dan Dinamisme

Setelah kita mengetahui animisme dan dinamisme yang seperti apa, nyatanya paham animisme dan dinamisme itu adalah dua hal yang berbeda. Animisme adalah paham kepercayaan dimana penganutnya yakin bahwa jiwa atau roh terdapat pada benda – benda tertentu dan tidak hanya terdapat pada makhluk hidup.

Kata animisme sendiri berasal dari kata anima yang memiliki arti soul atau jiwa. Arwah leluhur yang sudah meninggal juga turut diyakini masih memiliki suatu kekuatan spiritual dan juga dapat berpengaruh pada kehidupan masing – masing keturunannya.

Paham kepercayaan animisme sendiri memiliki suatu keyakinan setelah manusia meninggal dunia maka jiwa atau rohnya akan meninggalkan jasmaninya kemudian akan berpindah dan menempati makhluk hidup atau benda material yang lainnya. Karenanya juga diperlukan pemujaan kepada arwah para leluhur atau benda yang memang memiliki suatu kekuatan gaib tersebut agar tidak ada gangguan yang menerpa.

Paham animisme memberikan keyakinan bahwa arwah leluhur juga memiliki struktur sosial seperti pada masyarakat dan manusia secara umum. Para arwah leluhur nantinya dalam kepercayaan ini akan memiliki suatu kedudukan terstruktur mulai dari yang paling rendah sampai dengan struktur yang paling tinggi. Nantinya arwah leluhur yang menempati struktur sosial yang paling tinggi akan memiliki atau memberikan suatu pengaruh yang paling menentukan atas kehidupan manusia sehingga nantinya pemujaan kepadanya akan sangat menentukan.

Arwah yang menempati struktur teratas maka mereka menyebutnya sebagai dewa. Arwah dengan struktur teratas yang disebut dewa inilah yang akan mendapatkan unsur pemujaan jauh lebih besar dibandingkan dengan struktur yang lainnya. Contoh paham animisme ini misalkan dalam upacara syukuran panen yang memanggil roh dewa pertanian, upacara kematian dan juga ritual pemakaman dalam rangka mempersiapkan dan juga mengatur arwah orang yang baru saja meninggal agar bisa menuju ke alam nenek moyangnya.

Paham Kepercayaan Dinamisme

dinamisme

Dinamisme atau pemujaan terhadap benda yang merupakan paham kepercayaan yang meyakini adanya suatu kekuatan gaib atau kekuatan mistis yang terdapat pada suatu benda tertentu. Kata dinamisme sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu dunamos yang artinya daya, kekuatan atau suatu kekuasaan. Ada berbagai contoh dari paham dinamisme mulai dari pemujaan terhadap sebuah batu besar, jimat, senjata, api atau juga bisa benda berupa pohon. Contoh lainnya adalah masyarakat Jepang yang menyembah matahari dimana mereka percaya bahwa mataharilah yang layak untuk disembah karena kekuatan sinarnya dapat memancar ke seluruh dunia.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan paham animisme dan juga paham dinamisme merupakan suatu kepercayaan yang dipuja oleh roh atau arwah leluhur sementara pada kepercayaan dinamisme yang dipuja adalah benda.

Suku yang Menganut Animisme Dinamisme di Indonesia

pengertian animisme dan dinamisme beserta contohnya

1. Suku buru

Suku Buru merupakan suku yang tinggal di pulau Buru dan juga berada di beberapa Kepulauan Maluku yang lainnya. Pulau Buru adalah salah satu pulau yang paling besar di Maluku dan juga terdapat diantara laut Banda dan juga terdapat di laut Seram.

Populasi dari suku ini diperkirakan kurang lebih sebesar 35 ribu orang dengan menggunakan bahasa Buru sebagai bahasa sehari – harinya. Suku Buru sudah terbentuk sejak lama sehingga tak heran jika mereka masih mempertahankan suatu kepercayaan tradisional yang sangat kental dalam melekat di suku ini. Sebagian besar dari mereka masih mempertahankan suatu kepercayaan tradisional yang memuja berbagai macam roh dan juga benda. Dewa tertingginya sendiri adalah Opo Hebe Snulat dan juga utusan kepercayaannya yaitu suatu Nabiat. Selain kepercayaan tersebut, juga sudah ada beberapa orang yang juga menganut agama Islam dan Kristen Protestan dimana mereka yang beragama Islam tinggal di bagian utara pulau dan juga yang beragama Kristen Protestan untuk tinggal di Selatan pulau.

2. Suku Bauzi

Suku Bauzi ini merupakan salah satu dari sebanyak 260 suku asli yang tinggal di Papua. Suku Bauzi ini juga termasuk suatu suku yang sangat unik. Keunikan suku ini adalah salah satunya karena suku ini merupakan salah satu dari 14 suku yang paling terasing. Hal ini sendiri tak lain karena suku ini tinggal di tengah hutan belantara dengan berbagai rawa, lembah, sungai besar dan deretan pegunungan yang akan menjadikan suku ini nyaris tidak bersentuhan dengan peradaban modern.

Suku Bauzi merupakan suku yang dalam kehidupan sehari – harinya menjalani kehidupan tersebut secara tradisional dimana sebagian besar masih hidup dengan meramu, ada yang berburu dan juga ada yang hidup secara semi normaden atau hidup secara berpindah – pindah. Jadi mereka juga membuat berbagai macam senjata seperti halnya panah, parang, tombak dan juga pisau belati yang digunakan untuk berburu.

Mengenai pakaian yang dikenakan oleh suku Bauzi ini, suku tersebut masih setia dengan pakaian tradisional yang sejak dulu dilestarikan. Suku Bauzi masih menggunakan cawat yang terbuat dari daun atau kulit pohon yang telah dikeringkan kemudian sebagai hiasannya mereka menggunakan tulang pada bagian lubang hidungnya. Secara umum, penduduk di suku Bauzi masih menganut suatu kepercayaan suku dan juga adat istiadat. Walau demikian, sekarang setidaknya sebesar 64% penduduknya telah menganut agama Kristen dimana hal ini terjadi karena adanya sebuah pertemuan mereka dengan para misionaris dari Amerika, Eropa dan juga dari Papua yang turut menyebarkan agama Kristen.

3. Suku Toraja

Suku Toraja merupakan suatu suku yang menetap di wilayah utara Sulawesi Selatan. Populasi dari Suku Toraja ini mencapai kisaran 1,1 juta orang. Kata toraja berasal dari bahasa Bugis yaitu Riaja yang artinya orang dari tanah tinggi. Suku Toraja ini merupakan suatu suku yang terkenal dengan suatu ritual pemakaman mereka dimana pemakaman mereka diukir didalam suatu tebing batu dengan rumah tradisional yang atapnya dibuat runcing juga terdapat sebuah ukiran kayu aneka warna.

Walau ketika sudah banyak suku Toraja yang menganut agama Islam atau Kristen akan tetapi kepercayaan dari suku Toraja sebelumnya adalah animisme yang percaya bahwa ada banyak dewa yang juga diberi nama aluk. Berdasarkan mitos di tanah Toraja, nenek moyang suku Toraja turun dari surga dengan menggunakan tangga dan kemudian digunakan oleh orang Toraja sebagai sebuah media komunikasi dengan Puang Matua yang merupakan sosok sang pencipta.

Menurut aluk, dunia ini terbagi ke dalam tiga bagian yaitu dunia atas, dunia manusia dan juga dunia bawah. Dewa – dewa Toraja sendiri diantaranya adalah Pong Banggal yang ada di Rante atau dewa bumi, Indo’ ongon – ongon atau dewi penyebab gempa bumi, Pong Lalondong atau dewi kematian dan juga indo’ belo tumbang atau dewi obat – obatan serta masih ada banyak lagi juga yang lainnya.

4. Suku Jawa

Dalam sebuah kepercayaan masyarakat Jawa pendewaan dan juga mitos roh nenek moyang melahirkan suatu penyembahan roh nenek moyang yang pada akhirnya akan melahirkan suatu hukum adat serta relasi – relasi yang saling mendukung. Dengan suatu upacara selamatan yang ada, roh nenek moyang yang dipercaya akan menjadi sebentuk dewa pelindung untuk keluarga yang masih hidup.

Dalam kepercayaan animisme dinamisme masyarakat Jawa, seni wayang dan gamelan dijadikan sebagai media atau sarana upacara ritual keagamaan untuk mendatangkan roh – roh nenek moyang. Fungsi dari roh nenek moyang ini sendiri dianggap sebagai pengemong dan juga pelindung keluarga yang masih hidup dimana dalam suatu lakon pewayangan, roh nenek moyang dipersonifikasikan didalam bentuk ponakawan dimana agama asli mereka adalah apa yang oleh sang antropolog disebut dengan religion magic dan juga merupakan suatu bagian dari sistem budaya yang akan mengakar dengan sangat kuat didalam masyarakat Indonesia secara khusus di tengah – tengah masyarakat Jawa.

Keberadaan roh dan juga kekuatan gaib sendiri dipandang sebagai Tuhan yang dapat menolong atau sebaliknya dan juga dapat mencelakakan. Karenanya W. Robertson Smith turut menyatakan bahwa upacara religi yang biasa dilakukan oleh masyarakat di waktu itu fungsinya adalah digunakan sebagai suatu motivasi yang dimaksudkan dimana tak saja dijadikan ajang untuk mencari suatu kepuasan batiniah yang sifatnya individual saja melainkan juga karena menganggap melaksanakan suatu upacara agama merupakan suatu bagian dari kewajiban sosial yang ada.

Budaya Jawa sendiri sejak awal merupakan suatu budaya yang dihasilkan pada masa Hindu Budha yang bersifat terbuka untuk menerima agama atau apa saja dengan pemahaman bahwa semua agama itu baik maka sangatlah wajar jika kebudayaan Jawa bersifat sinkretis. Agama Hindu Budha di negeri asalnya justru saling bermusuhan akan tetapi keduanya bisa dipersatukan dan menjadi sebuah konsep agama yang sangat sinkretis dalam budaya Jawa yaitu agama yang dikenal bernama Syiwa Budha.

Ciri – Ciri Penganut Kepercayaan Animisme

contoh animisme

1. Nature worship

Bangsa – bangsa purbakala pada umumnya merupakan masyarakat yang percaya bahwa roh dan kekekalannya itu ada. Masyarakat Mesir Kuno kurang lebih 5000an tahun yang lalu adalah penganut animisme. Sebegitu jauh zaman berlalu akan tetapi bekas – bekas kepercayaan tersebut di tanah air kita dewasa ini masih banyak ditemukan. Terdapat juga bekas peninggalan berbagai patung dewa seperti halnya pemujaan dewa Surya, Pertiwi, Agni dan yang lain sebagainya yang juga turut akan menjadi saksinya.

2. Fetish worship

Fetish yang berarti tangkal atau azimat. Fetish memiliki hubungan dengan dinamisme dimana fetishme merupakan suatu kepercayaan yang memiliki suatu keyakinan bahwa dengan menggunakan suatu benda tertentu maka pemakainya akan terhindar dari berbagai macam malapetaka. Seumpama sembuh dari penyakit, kebal atas tusukan senjata tajam, selamat dari berbagai gangguan roh jahat, bahkan bernasib baik dan berbagai kepercayaan yang lainnya. Kepercayaan yang satu ini merupakan sebuah kepercayaan yang akan bertolak belakang dengan tauhid dan ratio dalam agama Islam.

4. Animal worship

Ciri selanjutnya dari kepercayaan animisme dan dinamisme adalah terdapatnya pemujaan terhadap binatang. Memang kedengarannya memuja binatang agak ganjil akan tetapi kenyataannya masih banyak dikerjakan oleh umat manusia sampai saat ini.

Orang Mesir purba memuja lembu dan juga buaya. Binatang lembu dan juga ular serta masih banyak yang lainnya. Mereka memuliakan beberapa bagian dari binatang yang dipuja tersebut misalkan taring pada babi atau kulit pada ular dan sebagainya.

5. Anchestor worship

Berbagai bangsa di muka bumi ini hampir saja melakukan kepercayaan animisme dinamisme dengan ciri anchestor worship ini. Memuja roh nenek moyang hampir saja dialami oleh berbagai bangsa yang ada di muka bumi ini. Di Indonesia sendiri, bahkan sampai hari ini masih saja banyak bekasnya. Bahkan tingginya taraf hidup dan masyarakat yang semakin modern saja masih belum mampu mencegah terhadap unsur pemujaan roh.

Keyakinan tentang roh orang meninggal masih tetap berkunjung di waktu – waktu tertentu secara teratur seperti masa tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, seribu hari dan sebagainya merupakan salah satu kepercayaan yang dipercaya padahal bukan kepercayaan yang berlandaskan agama. Melainkan kepercayaan yang didasarkan pada animisme dinamisme yang dipengaruhi oleh nenek moyang.

Itulah pengertian animisme, dinamisme, politeisme, monoteisme dan henoteisme beserta informasi ciri – cirinya. Semoga informasi diatas semakin menambah wawasan kita semua.