Informasi Lengkap Tentang Asimilasi yang Perlu Anda Ketahui

Asimilasi Adalah – Pada dasarnya kata asimilasi ini asal muasalnya dari bahasa Inggris yakni “Assimilation”. Kemudian kata asimilasi diserap ke dalam bahasa Indonesia asimilasi seperti yang selama ini kita tahu dimana asimilasi memiliki pengertian yang tidak berbeda jauh dengan pengertian asimilasi bahasa Inggrisnya.

Pengertian dari Asimilasi yang merupakan kata serap dari assimilation (bahasa Inggris) seperti yang sudah kita jelaskan sebelumnya adalah suatu proses sosial yang umumnya ditandai dengan adanya usaha – usaha guna mengurangi terjadinya perbedaan yang ada diantara orang perorangan, atau pun kelompok – kelompok manusia dengan cara lebih memperhatikan kepentingan – kepentingan serta tujuan – tujuan bersama. Adapun pengertian lebih lanjut mengenai asimilasi sendiri akan kami bahas secara tuntas pada ulasan berikut ini.

Pengertian Asimilasi Secara Umum

asimilasi adalah

Apa yang dimakasud Asimilasi?  Asimilasi adalah percampuran antara dua kebudayaan atau lebih secara total, dan menyeluruh yang kemudian dibarengi dengan adanya hilangnya ciri – ciri atau karakteristik khas kebudayaan yang asli, yang mana pada akhirnya membentuk sebuah kebudayaan yang baru. Asimilasi tersebut biasanya juga ditandai dengan adanya upaya untuk dapat mengurangi terjadinya perbedaan antar kelompok. Agar bisa mengurangi hal tersebut, maka ada beberapa cara yang harus dilakukan dalam asimilasi untuk pererat kesatuan tindakan, pemikiran, perasaan, maupun sikap dengam mempertimbangkan kepentingan juga tujuan bersama kelompok tersebut.

Jika ditelaah lebih jauh lagi, asimilasi ini hampir mirip dengan akulturasi dan kadang kalanya banyak orang yang bingung untuk membedakannya. Inti dari asimilasi tersebut merupakan budaya baru yang mana unsur aslinya sudah tak ada lagi, sementara itu untuk akulturasi sendiri adalah gabungan antara kedua budaya tersebut, akan tetapi tak sampai menghilangkan unsur aslinya. Lalu jika dilihat berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, ada dua artian dalam kata asimilasi ini, yakni ditinjau dari segi linguistik dan pemahaman sosial.

Untuk linguistik asimilasi berartikan bagian fenomena dan juga kejadian antar dua fenom yang ada pada tingkatkan perbedaan juga disertai pula dengan lokasi yang saling berdekatan. Sementara itu apabila ditinjau lagi dari segi sosial berarti asimilasi tersebut merupakan budaya baru, yang tercipta dari peleburan dua kebudayaan yang maan untuk budaya aslinya sudah tak ada lagi, alias hilang. Pada dasarnya asimilasi ini bisaa terbentuk jika ada 3 persyaratan di bawah ini, diantaranya sebagai berikut.

  • Ada sejumlah kelompok yang punya kebudayaan berbeda.
  • Terjadinya pergaulan antar individu atau pun kelompok secara intensif dan dalam kurun waktu yang cukup lama.
  • Kebudayaan tiap – tiap kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri.

Dan berikut ini adalah perbedaan antara asimilasi dengan akulturasi yang juga penting sekali untuk Anda ketahui. Mari simak ulasannya.

Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi

pengertian asimilasi

Akulturasi adalah sebuah proses sosial, dimana budaya asing datang kepada masyarakat yang berbudaya tertentu. Lalu budaya baru tersebut lambat laun diterima baik oleh masyarakat tanpa harus meninggalkan budaya yang lama. pada akulturasi ini sendiri masing – masing kebudayaan nanti akan saling mempertahankan budayanya, sementara itu pada asimiliasi keduanya akan melebur jadi satu. Namun demikian, apabila Anda masih bingung maka Anda bisa coba memperhatikan analogi di bawah ini.

  • Asimilasi : A + B = C
  • Akulturasi : A + B = AB

Selain hal tersebut, juga perlu untuk Anda tahu pula bahwa akulturasi dengan asimilasi ini adalah suatu proses. Mulanya masyarakat alami akulturasi seiring dengan berjalannya waktu yang tengah terjadi, dan yang demikian tersebut disebut dengan asimilasi. Dan mulanya masyarakat juga saling bertahan menjaga kebudayaannya masing – masing lalu lebur menjadi satu. Namun demikian, apabila Anda memang masih bingung dengan pengertian asimilasi, sebaiknya simak dulu pengertian asimilasi menurut para ahli yang kami rangkum berikut ini.

Pengertian Asimilasi Menurut Para Ahli

teori asimilasi

Arti Asimilasi menurut Vander Zanden

Vander Zanden ini adalah seorang ahli dari luar negeri yang berpendapat bahwasannya asimilasi ini merupakan salah satu bagian dari proses diantara dua kelompok, atau lebih lewat beberapa tahapan berpikir, saling toleransi, bertindak dengan baik, dan pada akhirnya masing – masing kelompok tersebut bercampur kebudayaannya dan menjadi satu kesatuan.

Teori Asimilasi Menurut Koentjaraningrat

Koentjaraningrat ini sendiri merupakan ahli asal Indonesia, yang mana beliau tersebut pada dasarnya sudah melakukan sebuah penelitian yang lebih mendalam lagi mengenai asimilasi di Indonesia, dan berpendapatan bahwasannya asimilasi ini merupakan salah satu bagian dari proses sosial antara kelompok dengan kebudayaan yang berbeda. Kemudian kebudayaan tersebut terus alami pertumbuhan dan berkembang dengan sangat baik, juga disertai pula dengan interaksi sosial yang kontinu serta serius. Sebab hal tersebut hingga akhirnya unsur dan nilai – nilai budaya pada masing – masing kelompok bercampur dan hasilkan identitas atau pun budaya baru.

Pengertian Asimilasi berdasarkan pemikiran Alvin L. Bertrand

Lalu, jika menurut para ahli yang satu ini, yakni Alvin L. Bertrand ternyata juga memiliki pendapat dan pemikiran tersendiri mengenai asimilasi. Yang mana menurutnya, asimilasi adalah sebuah proses tingkatan sosial lanjutan yang terbentuk karena tiap – tiap kelompok atau pun golongan yang berbeda kebudayaan saling melakukan interaksi sosial secra langsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Kemudian hasilkan kebudayaan baru akibat terjadinya perubahan budaya di tiap – tiap kelompok, baik itu dari unsur atgau pun secara keseluruhan.

Definisi Asimilasi menurut James Danadjaja

Sementara itu jika menurut ahli yang satu ini, yakni James Danandjaja asimilasi aadalah sebuah proses menyesuaikan diri masing – masing kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda, atau pun identitas dan karakteristik yang khas dan seiringnya waktu masing – masing kebudayaan kelompok tersebut alami kemunduruan dan pada akhirnya hadirkan kebudayaan baru.

Menurut Milton M. Gordon Asimilasi Adalah…

Milton M. Gordon adalah penulis buku yang berjudul “Human Nature, Class, and Ethnicity”, yang mana bukunya tersebut diterbitkan di tahun 1978 silam. Dalam bukunya, Milton M. Gordon berpendapatan bahwa asimilasi ini merupakan tahapan yang bisa jadi salah satu bagian dari akulturasi. Yang mana nanti harus terjadi akulturasi terlebih dulu agar bisa hasilkan asimilasi.

Pengertian asimilasi kata Seymour Smith

Para ahli lainnya yang juga turut mengutarakan pendapatannya mengenai asimilasi adalah Seymour Smith. Ia mengemukkan pendapat yang berbeda dengan menyatakan bahwasannya asimilasi ini merupakan hasil dari akulturasi, yang mana prosesnya tersebut terbentuk dalam waktu yang bisa dikatakan cukup lama sekali.

Arti Asimilasi menurut Ogburn dan Nimkoff

Kedua ahli yang bernama Ogburn dan Nimkoff ini sendiri juga berpendapatan berdasarkan referensi dari para ahli yang sudah kami sebutkan di atas, dengan mengartikan asimilasi tersebut adalah hasil dari percampuran dari interaksi antar individu atau pun kelompok yang punya kesamaan dalam hal sejarah juga sikap. Tak hanya itu saja, mereka bahkan juga berpendapat bahwa asimilasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan menuju kebudayaan lain.

Definisi Asimilasi Berdasarkan Pemikiran Garbarino

Lain halnya dengan Garbarino, ia berpendapat bahwa asimilasi ini merupakanhasil dari serapan dan juga campuran dari tiap – tiap kelompok mulai dari kebudayaan baru dari kebudayaan yang lama, yang kemudian terbentuk dari hasil serapan tersebut.

Dejun Su, Chad Ricahrdson, dan Guang Zen Wang, Asimilasi Apa?

Ketiga ahli ini merupakan ahli dari sosiologi. Dejun Su, Chad Richahrdson, dan Guang Zen Wang mengartikan asimilasi adalah proses terjadinya perubahan budaya yang lama dan secara menyeluruh, atau pun kompleks, punya sifat keberagaman dari keterlibatan kelompok baru. Sebagai contohnya, pendapat baru atau pun imigran yang sedang melakukan interaksi sosial dari kelompok pribumi dan pelajari budaya yang mana hasilkan kebudayaan baru.

Jika melihat pengertian dari para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa asimilasi ini adalah budaya baru yang merupakan hasil dari proses perubahan kebudayaan antar dua kelompok atau pun lebih dalam kurun waktu yang bisa dibilang cukup lama. Hal tersebut sebabkan oleh adanya interaksi sosial dan adaptasi lingkungan yang baru.

Syarat – Syarat Asimilasi yang Harus Diketahui

artikel tentang asimilasi

Perlu Anda tahu juga bahwa, asimilasi ternyata juga dapat diartikan sebagai proses dari penyesuaikan sifat – sifat asli yang dimiliki dengan sifat – sifat lingkungan di sekitar. Sifat – sifat inilah yang pada akhirnya akan membentk keteraturan sosial, termasuk halnya kebudayaan dan kebiasaan – kebiasaan dikarenakan adanya pembaruan yang dianggap sesuai. Dan berikut ini adalah beberapa syarat – syarat asimilasi yang pastinya harus Anda tahu.

  • Adanya kelompok yang punya kebudayaan yang tak sama, alias berbeda.
  • Masing – masing antara individu aatu kelompok punya hubungan yang lebih intensif dan konsisten terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.
  • Tiap – tiap budaya masing – masing kelompok tersebut bisa sesuaikan dan berubah satu sama lain.

Contoh asimilasi dan akulturasi

contoh asimilasi di sekolah

Sebetulnya, contoh – contoh asimilasi disekolah ini sangat mudah sekali untuk Anda jumpai di kehidupan sehari – hari, akan tetapi demikian karena ada banyaknya orang yang masih belum tahu, mengerti, dan memahami apa itu asimilasi, sehingga tak banyak yang tahu pula contoh dari asimilasi itu sendiri. Misalnya saja contoh asimilasi dalam bidang seni suara. “Arif gemar sekali bernyanyi lagi campur sari Jawa, sementara itu temannya sendiri yang bernama Si Joni gemar sekali lagu – lagu rep dari Amerika. Keduanya berteman sangat baik dan sepakat untuk membuat sebuah lagu baru campuran, yakni antara campur sari – rep, kemudian mereka nyanyikan secara bersama – sama”.

Lalu untuk contoh asimilasi dalam seni tulisan sendiri, adalah “Kaligrafi yang dibawa oleh para pedagang – pedagang Arab masuk ke pasar Indonesia, sehingga dengan demikian banyak sekali ditiru oleh para seniman asli Indonesia. Tak heran jika pada akhirnya seniman Indonesia juga bisa menghasilkan kaligrafi Arab yang unik”. Kemudian untuk contoh asimilasi dalam pakaian, yakni “Terjadi pada saat para Da’i asal Arab menikahi seorang wanita – wanita pribumi yang berpakaian kebaya bati tanpa hijab. Sehingga hasilnya wanita tersebut tetap mengenakan kebaya akan tetapi berhijab dan menutup semua auratnya”.

Berikutnya juga ada contoh asimilasi dalam bidang senim bangunan, misalnya saja “Masjid – masjid di Tionghoa yang sebelumnya jadi tempat beribadah orang Khonghucu, bentuknya masih tetap sama seperti bangunan China, akan tetapi ada kubah di bagian atasnya”. Selanjutnya ada pula contoh asimilasi dalam bidang bahasa, yakni “Antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Yakni ada banyak sekali kosa kata Inggris yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, sebab bahasa Inggris adalah bahasa internasional”.

Contoh lain asimilasi di bidang pendidikan, misalnya saja “Antara metode pendidikan yang ada di Indonesia yang banyak sekali hafalan dan mengasah otak kiri, dengan metode pendidikan di barat yang lebih banyak problem solving jadi sebuah kurikulum yang efektif”. Terakhir adalah contoh asimilasi dalam kepercayaan, yaitu “Sebelum Islam datang, masyarakat di Indonesia beragam Hindu – Budha, Animisme – Dinamisme, yang mana mereka kerap kali melakukan ritual – ritual sesajen yang dipersembahkan kepada Tuhan-nya untuk menghindarkan sial dan marabahaya lainnya”.

Tetapi setelah Islam datang, ritual – ritual tersebut kini mulai lebur dengan syariat – syariat Islam berupa sedekah. Ritual tersebut pun berganti nama jadi selamatan yang memiliki tujuan untuk bersedekah dan berdzikir kepada Allah SWT. Walaupun yang demikian tersebut juga terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama’ tentang hukum selamatan, akan tetapi masyoritas masyarakat di Indonesia bahkan hingga sekarang masih menerapkannya. Dan di bawah ini adalah beberapa faktor pendorong dan penghalang terjadinya asimilasi yang juga perlu untuk Anda ketahui, diantaranya sebagai berikut.

Faktor Pendorong dan Penghalang Terjadinya Asimilasi

asimilasi contoh

Faktor pendorong asimilasi

  • Toleransi diantara sesama kelompok yang berbeda kebudayaannya.
  • Kesempatan yang sama di bidang ekonomi.
  • Kesediaan menghormati dan saling menghargai orang asing serta kebudayaan yang dibawanya.
  • Sikap terbuka dari golongan atau kelompok yang berkuasa dalam masyarakat.
  • Persamaan dalam unsur – unsur kebudayaan universal
  • Pernikahan antar kelompok yang berbeda kebudayaan.
  • Memiliki musuh yang sama dan meyakini kekuatan yang dimiliki masing – masing untuk hadapi musuh tersebut.
  • Masing – masing kelompok memiliki lawan yang sama, dan mereka secara sadar meyakini kekuatan masing – masing.

Faktor penghalang asimilasi

  • Kelompok yang terisolasi atau pun terasing biasanya adalah kelompok minoritas.
  • Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan baru yang sedang dihadapi.
  • Prasangka buruk atau negatif terhadap pengaruh kebudayaan baru. Rasa khawatir yang berlebihan tersebut bisa diatasi dengan cara meningkatkan fungsi dari lembaga – lembaga kemasyarakatan.
  • Perasaan bahwasannya kebudayaan kelompok tertentu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan kelompok lainnya. Dimana kebangaan berlebihan ini nanti justru akan mengakibatkan kelompok yang satu tidak mau mengakui adanya keberadaan kebudayaan kelompok yang lain.
  • Perbedaan ciri – ciri fisik, seperti halnya tinggi badan, warna rambut, atau pun warna kulit.
  • Perasaan yang amat sangat kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
  • Golongan minoritas alami gangguan dari kelompok para penguasa.

Ciri – Ciri dan Karakteristik Asimilasi

ciri ciri asimilasi

  • Semakin berkurangnya perbedaan sebab adanya usaha – usaha untuk mengurangi serta menghilangkannya perbedaan antar individu atau pun kelompok.
  • Pererat kesatuan tindakan, sikap, perasaan, dan memperhatikan kepentingan juga tujuan bersama.
  • Tiap individu sebagai kelompok lakukan interaksi secara langsung secara terus menerus.
  • Tindakan seseorang untuk berikan peninjauan mengenai kebudayaan lain untuk wujudkan kepentingan umum. Ini artinya dalam peninjauan tersebut dianggap akan mampu akomodasi keinginan – keinginan bersama di kehidupan bermasyarakat.

Oleh sebab itu asimilasi tersebut kerap kali juga didefinisikan sebagai proses sosial pada tahapan lanjut, atau pun tahapan penyempurnaan. Ini berarti, asimilasi tersebut terjadi setelah melewati tahap – tahap kerjasama dan akomodasi.

Nah, itu dia artikel tentang pengertian asimilasi yang perlu Anda ketahui. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi.