Mengetahui Struktur dan Fungsi Ribosom Lengkapnya

fungsi ribosom – Ribosom adalah suatu partikel, atau juga bisa disebut sebagai molekul maupun organel yang di dalamnya terdiri dari protein, serta asam ribonukleat (RNA) yang bekerja secara bersama – sama di dalam sintesis protein. Dengan kata lainnya, ribosom ini menjadi tempat bagi sintetis protein. Ribosom bahkan memiliki ukuran yang sangat kecil sekali, yang mana organel padat tersebut punya diameter yang hanya mencapai 20 nanometer saja.

Ribosom merupakan salah satu struktur yang memiliki bentuk bulat dan biasanya dapat dijumpai di dalam sitoplasma sel prokariotik, dan juga sel eukariotik. Dari beberapa jenis ribosom umumnya terjadi secara bebas di dalam sitosol, dan beberapa jenis yang lainnya akan melekat di retikulum endoplasma (RF) yang kasar, atau pun yang biasanya disebut sebagai membrane nuklir. Dan berikut ini akan kami informasikan kepada Anda informasi lebih lengkapnya mengenai fungsi dan struktur ribosom yang pastinya penting sekali untuk diketahui. Namun sebelumnya simak dulu pengertian lebih lanjut tentang ribosom di bawah ini.

Pengertian Ribosom

Fungsi ribosom

Pada dasarnya kata ribosom ini asal muasalnya dari bahasa Yunani, yakni dari kata “sama” yang berarti “badan”, dan ribonucleic acid atau pun asam ribonukleat. Ilumawan yang pertama kalinya melakukan sebuah penelitian mengenai ribosom tersebut bernama George Emil Palade yang merupakan salah seorang ilmuwan yang berkebangsaan Romania. George melakukan sebuah penelitian tersebut kira – kira sekitar tahun 1950an, dengan cara menggunakan mirkoskop elektron. Sebab, penelitian yang ia lakukan ini, maka di tahun 1974 silam, George berhasil mendapat piala nobel di bidang psikologi dan juga kesehatan. Akan tetapi ilmuwan yang pertama kalinya menggunakan nama ribosom tersebut untuk molekul padat ini adalah Ricard B. Robert di tahun 1958.

Seperti yang sudah kita tahu bersama, bahwa ribosom adalah partikel yang berukuran sangat kecil sekali dan kedap elektron. Ribosom ini umumnya tersusun atas empat jenis RNA ribosom (rRNA), dan sekitar 80 jenis protein yang berbeda – beda. Ribosom bahkan memiliki berbagai macam fungsi, untuk mengetahuinya langsung saja simak beberapa ulasannya di bawah ini.

Mengetahui Fungsi Ribosom Lengkapnya

Fungsi ribosom

1. Ribosom Berfungsi Sebagai sintesis protein

Ribosom adalah salah satu contoh organel yang tidak punya membrane, dimana ia hanya memiliki peranan yang sangat penting sekali di dalam proses sintesis protein, yakni sebuah proses yang menerjemahkan messege – RNA untuk menjadi protein. Pada dasarnya, ribosom ini memiliki peranan yang bebas untuk melakukan proses sintesis protein enzim yang berguna sebagai katalisator di dalam cairan sitosol sendiri. Yang mana dalam menjalankan fungsinya tersebut, ribosom ternyata dibantu oleh tiga komponen utama, diantaranya sebagai berikut.

  • mRNA yang menjadi salah satu tempat cetakan protein. Dimana molekul tersebut adalah salinan dari suatu gen yang ada di dalam DNA, yang kemudian akan dikirimkan ke sitoplasma untuk kemudian diterjemahkan sebagai protein dengan bantuan dari ribosom. mRNA sendiri terdiri atas serangkaian kodon yang bertugas khusus untuk bisa mendikte ribosom uratan asam amino yang dibutuhkan dalam proses sintesis protein.
  • Asam amino.
  • tRNA, ini adalah agen yang membawa asam amino yang lebih spesifik lagi. Molekul tersebut punya antikodon troplet yang sangat komplemen sekali dengan kodon, yang ada di mRNA. Dengan adanya komplementasi ini pula maka urutan kodon mRNA akan langsung mendikter urutan asam amino.

Serangkaian proses sintesis protein di atas umumnya disebut sebagai dogma sentral. Yang mana protein yang dapat dihasilkan dalam proses sintesis tersebut nanti akan digunakan oleh sitoplasma.

2. Fungsi Ribosom adalah Sebagai transkripsi

Ini adalah salah satu rantai dari DNA yang nanti akan alami proses transkripsi, untuk dapat menghasilkan RNA. Rentangan DNA yang akan ditranskripsikan menjadi RNA tersebut dinamakan sebagai unit transkripsi. Sebetulnya transkripsi ini merupakan salah satu bagian dari ekspresi genetik. Pengertian asli dari kata transkripsi tersebut sebenarnya adalah penyalinan, atau pun alih aksara. Jadi, yang dimaksud dengan transkripsi di sini merupakan proses penyalinan teks DNA menjadi RNA. Yang mana dalam proses tersebut yang akan alami perubahan sebetulnya hanya basa nitrogen timina pada DNA yang di RNA saja, untuk kemudian digantikan oleh urasil. Transkripsi terdiri atas tiga tahap proses, diantaranya sebagai berikut.

  • Inisiasi atau permulaan rantai RNA
  • Elongasi atau pemanjangan rantai RNA
  • Terminasi atau pengakhiran rantai RNA

Penting juga untuk diketahui bahwa proses transkripsi ini umumnya akan berlangsung di dalam inti sel, atau pun di dalam matriks mitokondria dan juga plastida, yang mana proses tersebut bisa saja dipicu oleh suatu rangsangan atau pun tanpa rangsangan sama sekali. Rangsangan yang biasanya terjadi nanti akan langsung mengaktifkan bagian prometer inti, yang di dalamnya terdiri atas kotak TATA, kotak GC, dan kotak CCAAT. Dimana proses transkripsi tersebut akan menghasilkan RNA yang masih mentah, ini biasanya disebut sebagai mRNA primer, yang mana di bagian dalamnnya tersebut ada fragmen berkas untuk protein untuk membantu dan mengatur proses sintesis protein. Berkas RNA sendiri nanti akan alami proses pasca transkripsi.

3. Ribosom Berguna Sebagai translasi

Ini adalah salah satu jenis proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada di dalam molekul mRNA, untuk dijadikan sebagai rangkaian asam amino penyusun protein, atau pun polipeptida. Ini merupakan salah satu proses utama yang bisa hubungkan gen ke protein, selain dengan proses transkripsi itu sendiri. Proses tersebut hanya akan terjadi pada molekul mRNA saja, sementara itu untuk molekul yang lainnya seperti rRNA dan juga tRNA tidak akan alami proses translasi. mRNA sendiri adalah salinan urutan DNA, yang mana dalam proses tersebut molekul menyusun gen dalam bentuk kerangka baca terbuka saja. Selain hal itu, mRNA juga akan menyampaikan informasi urutan asam amino. Dalam hal ini ribosom akan menjadi tempat, dimana proses translasi tersebut akan berlangsung. Proses translasi dirangkum ke dalam tiga tahapan, diantaranya sebagai berikut.

  • Ini adalah tahapan pertama dalam proses translasi, yang mana dalam proses tersebut umumnya akan terjadi penggabungan antara mRNA, sub unit 30S, dan formilmetionil tRNA untuk menjadi kompleks inisiasi 30S. Setelah komplek inisiasi 30S berhasil terbentuk, maka selanjutnya sub unit 50S akan ikut bergabung untuk kemudian membentuk sub unit 70S.
  • Ini adalah proses pemanjangan polipeptida, baik itu pada prokaryot atau pun pada eukariot sendiri. Proses tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan, yakni pengikatan aminoasil tRNA pada sisi A di dalam ribosom, pembentukan ikatan peptida, dan juga translokasi ribosom yang terjadi di sepanjang mRNA ke posisi kodon, kemudian yang ada di sisi A.
  • Ini adalah proses paling akhir dari translasi, yang mana ketiga jenis kodon terminas, yakni UGA, UAA, dan juga UAG yang ada pada mRNA bisa mencapai posisi A di ribosom.

Mengetahui Struktur Ribosom Lengkapnya

Fungsi ribosom

Ribosom adalah salah satu jenis komponen yang ada di dalam sel yang memproduksi protein, dengan cara menggunakan semua jenis asam amino. Ribosom ini tersusun dari dua senyawa yang memiliki peranan penting, diantaranya sebagai berikut.

Asam ribonukleat

Asam ribonukleat ini asalnya dari nucleolus, yang merupakan tempat dimana terjadinya proses sintetis ribosom di dalam sel. Asam ribonukleat tersebut adalah salah satu dari tiga makromolekul utama, yakni DNA protein, dan RNA yang memiliki peran penting bagi semua bentuk kehidupan. RNA sendiri memiliki struktur yang mirip sekali dengan DNA, yang mana ia tersusun dari sejumlah nukleotida yang masing – masing punya satu gugus fosfat, satu gugus pentosa, dan satu gugus basa nitrogen. Asam ribonukleat bahkan ikut berperan dalam proses sintesis protein di dalam sel eukariota. Setidaknya ada tiga tipe RNA yang ada di dalam sel eukariota tersebut, yakni :

  • RNA kurir atau yang biasanya disebut juga dengan messenger RNA (mRNA). Ini adalah jenis RNA yang telah disentesis dengan RNA polimerase I.
  • RNA ribosom atau yang biasanya juga dikenal dengan sebutan ribosomal RNA (rRNA). Ini adalah jenis RNA yang telah disintesiskan dengan RANA polimerase II.
  • RNA transfer atau yang juga dikenal dengan transfer RNA (tRNA). Ini adalah jenis RNA yang telah disintesiskan dengan RNA polimerase III.

Akan tetapi sejak memasuki awal abad yang ke-21, RNA ternyata juga ikut terlibat dalam proses pasca translasi dan hadir pula dalam berbagai macam bentuk. RNA punya beberapa fungsi utama, diantaranya sebagai berikut.

  • Sebagai tempat penyimpanan informasi atau bahan genetik. Ini khususnya berlaku bagi sekelompok virus seperti halnya bakteriofag, yang mana pada saat virus tersebut mulai melakukan penyerangan pada sel hidup, maka RNA yang ia bawa ke dalam sitoplasma sel kroban akan ditanslasikan oleh sel inang, untuk kemudian menghasilkan virus – virus yang baru. Hasil penelitian mutakhir yang dilakukan terkait dengan RNA sendiri menyatakan bahwa pada awal proses evolusi, RNA ini merupakan bahan genetik universal sebelum organisme hidup yang menggunakan DNA.
  • Sebagai perantara antara DNA dengan protein dalam proses ekspresi genetik yang nanti berlaku bagi semua organisme hidup. Dalam hal tersebut, RNA adalah suatu produk yang akan bertindak sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA untuk proses transkripsi, yang mana kode urutan ini tersusun dalam tiga urutan basa N, atau yang biasanya dikenal dengan sebutan kodon. Untuk setiap kodon punya hubungan erat dengan satu asam amino.
  • Protein ribosom atau ribonukleat protein (RNP). Protein ribosom adalah salah satu jenis protein yang akan bekerja secara bersama – sama dengan ribosom RNA, untuk membentuk sub unit ribosom yang masih terlibat di dalam proses seluler penerjemahan. Ini merupakan seuatu senyawa yang juga disebut sebagai polimer dari berbagai jenis monomer yang satu sama lainnya saling terkait dengan ikatan peptida. Di dalam molekul tersebut mengandung hidrogen, karbon, nitrogen, oksigen, dan kadang kalanya juga mengandung sulfur atau pun fosfor.

Pada dasarnya protein memiliki peran yang sangat penting sekali bagi makhluk hidup atau pun virus, yakni dalam struktur serta fungsi sel mereka. Proses biosintesis protein terjadi secara alami, sama halnya dengan ekspresi genetik. Kode genetik sendiri yang dibawa oleh DNA akan ditranskripsi menjadi RNA, untuk kemudian hal tersebut akan berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Pada tahap ini, protein masih ada dalam keadaan mentah, dimana ia hanya tersusun oleh asam amino proteinogenik. Untuk bisa menghasilkan protein secara biologi agar bisa berfungsi penuh, maka dibutuhkan suatu mekanisme pasca translasi. Dimana struktur protein tersebut dibagi menjadi empat tingkatan, diantaranya sebagai berikut.

  • Struktur primer atau tingkat satu. Ini adalah urutan dari asam amino yang menyusun protein lewat ikatan peptida.
  • Struktur sekunder atau tingkat dua. Ini adalah struktur tiga dimensi lokal dalam serangkaian asam amino protein yang alami proses penstabilan lewat asam hidrogen. Ada beberapa bentuk dari struktur sekunder, yakni alpha helix, beta sheet, beta turn, dan gamma turn.
  • Struktur tersier atau tingkat tiga. Ini adalah gabungan dari keanekaragaman struktur sekunder. Umumnya struktur tersebut berbentuk gumpalan, yang mana beberapa molekul bisa melakukan interaksi secara fisik tanpa ada ikatan kovalen, untuk kemudian membentuk oligomer yang stabil, seperti trimer, dimer, maupun kuartoner, dan membentuk struktur kuartener.
  • Struktur kuartener atau tingkat empat, contohnya saja insulin dan enzim rubisco.

Adapun fungsi protein itu sendiri diantaranya sebagai berikut.

  • Untuk mengatur keseimbangan kadar asam basa di dalam sel
  • Untuk membentuk dan memperbaiki jaringan dan sel
  • Sebagai sumber energi
  • Sebagai lumbung atau pun cadangan makanan
  • Sintesis hormon, antibodi, dan enzim

Pembagian ribosom

Ribosom ini sebenarnya dibagi menjadi dua bagian yang besar, dan hal tersebut umumnya disebut sebagai sub unit, dimana untuk setiap sub unitnya dapat dinyatakan dengan satuan S atau Svedberg. Satuan ini nanti akan menunjukkan kecepatan pengendapan di saat sub unit disentrifugas, yang mana nama satuan tersebut diambil dari nama – nama penemunya. Pada masing – masing sub unit ribosom berisikan RNA dan protein. Kategori dari kedua sub unit ini dapat dilihat berdasarkan tingkatan sedimentasi di media tertentu. Adapun kedua sub unit ribosom tersebut diantaranya sebagai berikut.

  • Sub unit kecil. Ini adalah sub unit ribosom yang paling kecil dan terdiri dari 1 ribosom RNA dan sekitar 21 protein di dalam prokariota yang dimiliki oleh bakteri, serta sekitar 30 protein yang ada di dalam eukariota mamalia.
  • Sub unit besar. Yang mana di prokariota sendiri sub unit ribosom besar ini berisikan 2 rRNA dan sekitar 31 protein. Sementara itu di eukariota sendiri, sub unit ribosom besar berisikan 3 rRNA dan ada sekitar 49 protein.

Perlu untuk diketahui juga, bahwa di dalam sel eukariotik, kedua sub unit ribosom ini akan kami proses sintesis di dalam nucleolus, lalu akan diekspor ke bagian – bagian sitoplasma sebelum akhirnya dipergunakan. Struktur ribosom sendiri memiliki sifat – sifat seperti berikut.

  • Punya bentuk universal, yang mana pada bagian potongan longitudinal ia berbentuk elips.
  • Ketika dilakukannya teknik pewarnaan negatif, terlihat ada satu alur transversal, tegak lurus di sumbu, dan dibagi ke dalam 2 sub unit yang masing – masing punya dimensi berbeda.
  • Tiap sub unit umumnya ditandai dengan adanya koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam ukuran S. Lalu pada sel prokariotik koefisien sedimentasi sendiri ada 70S. Sementara itu di sel eukariotik koefisien sedimentasi ada 80S.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang mengetahui struktur dan fungsi ribosom lengkapnya. Semoga bermanfaat.