Pengertian dan Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Lengkap

Jika berbicara tentang keanekaragaman tentu saja hal paling pertama yang terlintas dalam benak kita, adalah mengenai berbagai jenis makhluk hidup yang ada dalam suatu ekosistem. Seperti yang kita tahu bersama, bahwa keanekaragaman hayati ini sebenarnya terbagi menjadi beberapa bagian, akan tetapi yang akan kami bahas kali ini yang lebih detailnya adalah bagian keanekaragaman hayati tingkat gen.

Yang dimaksud dengan gen itu sendiri adalah salah satu bagian dari kromosom, atau pun salah satu kesatuan kimia atau DNA yang ada di dalam kromosom, yakni dalam lokus yang mengendalikan ciri – ciri genetis makhluk hidup. Gen ini sebetulnya diturunkan atau pun diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya, yakni lewat suatu proses yang dinamakan sebagai reproduksi.

Dari pengertian di atas, jelas sekali terlihat jika gen merupakan hasil dari turunan atau pun bibit yang diturunkan oleh induknya. Selain itu, gen juga akan mempengaruhi bentuk fisik dari suatu spesies. Penting juga untuk kita tahu bersama bahwa, keanekaragaman hayati atau pun biodiversitas ini merupakan keanekaragaman organisme yang di dalamnya menunjukkan pada keseluruhan, atau pun totalitas variasi gen, jenis, serta ekosistem pada suatu wilayah. Sehingga dari pengertian tersebut ada tiga hal yakni gen, jenis, dan ekosistem. Meksipun pada dasarnya kita akan lebih membahas tentang keanekaragaman hayati pada tingkat gen lebih lengkap dan detailnya, akan tetapi pada kesempatan kali ini kita juga akan membahas pula tentang keanekaragaman jenis dan ekosistem singkatnya. Mari simak beberapa ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Lengkap

keanekaragaman hayati tingkat gen

Keanekaragaman gen atau yang juga disebut dengan genetic diversity adalah jumlah total dari variasi, atau pun jumlah perbedaan variasi gen dari satu spesies makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, atau pun tumbuhan. Dalam kehidupan kita sehari – hari, sebetulnya kita sudah sangat sering sekali menjumpai berbagai macam keanekaragaman gen di sekitar lingkungan kita. Namun demikian, juga perlu untuk diketahui pula bahwa ada beberapa perbedaan dan juga variasi gen yang ada dalam suatu spesies makhluk hidup. Misalnya saja pada buah durian ini yang punya kulit cukup tebal, kulit tipis, daging yang tebal, daging buah yang tipis, biji berukuran besar, atau pun biji berukuran kecil. Demikian pula dengan jenis buah pisang yang memiliki ukuran, warna, bentuk, dan juga tekstur serta rasa daging buah yang tidak sama dengan buah pisang yang lain. Buah pisang ini memiliki beberapa variasi, yakni buah pisang raja molo, pisang raja uli, pisang raja sereh, dan pisang raja jambe.

Keanekaragaman sifat genetik pada suatu makhluk hidup juga dikendalikan oleh gen – gen yang ada di dalam kromosom yang dimilikinya. Yang mana kromosom tersebut didapat dari kedua induknya lewat pewarisan sifat. Akan tetapi gen juga bisa pula dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat dimana makhluk hidup tersebut hidup. Sebagai contohnya, bibit yang diambil dari bagian batang induk buah mangga yang memiliki sifat berbuah dengan berukuran cukup besar, dan jika ditanam di area atau pun tempat berbeda maka ada kemungkinkan tidak menghasilkan buah mangga yang berukuran besar pula, seperti sifat genetik induknya.

Selain itu juga perlu untuk diketahui bahwa keanekaragaman gen juga bisa ditingkatkan pula lewat hibridisasi, atau pun perkawinan silang antara spesies yang satu dengan spesies yang lain atau yang berbeda sifatnya, maupun melalui proses demostikasi (budidaya tumbuh – tumbuhan liar atau bisa juga hewan). Contohnya adalah proses hibrid dari jenis tanaman anggrek yang nanti akan mendapatkan warna yang sangat beragam, hibridisasi sapi fries holland dengan sapi bali, atau pun hibridisasi berbagai jenis tanaman juga hewan tertentu dengan spesies liar untuk dapatkan jenis yang lebih tahan terhadap penyakit. Dengan cara hibridisasi tersebut maka seseorang akan bisa mendapatkan sifat genetik yang baru dari suatu organisme – organisme pada suatu spesies.

Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Lengkap

Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

1. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada Hewan kucing

Keanekaragaman hayati tingkat gen

Untuk Anda nih para pecinta kucing sudah pasti telah hafal banget dengan berbagai macam jenis kucing. Salah satu contoh dari perbedaan gen kucing yang bisa dikatakan paling mencolok dapat dilihat dari contoh pola serta perbedaan warna bulu kucing itu sendiri. Tidak hanya itu, ada pula jenis – jenis kucing yang punya gen berbeda walaupun pada dasarnya masih dalam satu spesies. Contohnya saja ada kucing jenis anggora, kucing sphynx, kucing persia, kucing lokal, dan berbagai contoh jenis kucing yang lainnya. Perbedaan yang paling terlihat atau mencolok pada gen kucing sphynx ini adalah kucing dengan jenis tersebut di semua bagian tubuhnya tidak ditumbuhi oleh bulu, layaknya kucing – kucing pada umumnya.

2. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada ayam

Keanekaragaman hayati tingkat gen pada ayam

Lalu, untuk jenis hewan ternak yang satu ini sudah pasti Anda semuanya tahu. Ayam punya beragam jenis yang bermacam – macam. Sebagai contohnya ada jenis ayam hutan, ayam kate, ayam ras, dan juga ayam kampung. Bahkan dengan perkembangan teknologi yang super canggih, rekayasa genetik sekarang ini membuat keanekaragaman jenis ayam jadi semakin bertambah dengan adanya ayam potong dan jenis ayam petelur. Ayam potong adalah salah satu jenis ayam dari bentuk rekayasa keanekaragaman campur tangan manusia, dimana jenis ayam tersebut akan memiliki bobot tubuh yang jauh lebih berat dibandingkan dengan jenis ayam normal, dan dagingnya juga sangat empuk. Begitu pun dengan contoh jenis ayam petelur, dimana jenis ayam tersebut akan hasilkan telur secara terus menerus meskipun tanpa melewati perkawinan, sebab sudah terjadi perubahan gen yang memang sengaja direkayasa untuk kebutuhan ekonomis.

3. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada mawar

Keanekaragaman hayati tingkat gen pada mawar

Mawar juga termasuk ke dalam jenis bunga yang memiliki gen beranekaragam, yakni dengan memiliki lebih dari 10 macam warna. Mawar putih, mawar kuning, dan mawar merah adalah contoh dari adanya keanekaragaman dari sisi gen yang dimiliki oleh jenis tanaman tersebut. Contoh selanjutnya bisa Anda amati pula pada gen bunga anggrek (bunga anggrek ungu, anggrek bulan, dan lain – lain), bunga bougenvile (bunga bougenvile merah, bougenvile kuning, bougenvile ungu, bougenvile putih, dan lain – lain), dan ada juga pada bunga hydrangea.

4. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada anjing

Keanekaragaman hayati tingkat gen pada anjing

Lalu, pada hewan dengan jenis ini ternyata juga terjadi keanekaragaman gen. Contohnya saja anjing pudel dengan tubuh yang ditumbuhi oleh bulu – bulu keriting, mirip sekali dengan bulu pada domba dan ukuran tubuh jenis anjing tersebut juga tidak terlalu besar. Contoh lainnya adalah anjing buldog dengan tampang wajah yang cukup seram dan bibit bagian atasnya yang bergelambir serta perawakan tubuh gemuk dan pendek. Ada pula jenis anjing golden retriever yang memiliki tubuh lebih tinggi dan juga besar, serta warna bulu didominasi dengan warna kuning keemasan. Kesemuanya itu adalah keberagaman gen pada anjing.

5. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada pisang

Keanekaragaman hayati tingkat gen pada pisang

Tanaman pisang ini juga mengenal beberapa jenis varietas akibat dari adanya keanekaragaman hayati pada tingkat gen. Kita mungkin saja mengenal adanya pisang dengan nama serta jenis yang sangat beragam, mulai dari pisang kepok, pisang manado, pisang raja nangka, pisang muli, pisang siem, pisang lilin, dan lain – lain. Masing – masing jenis pisang tersebut pastinya memiliki rasa serta bentuk buah yang berbeda – beda, begitu pula untuk ciri morfologis tanamannya.

6. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada jagung

Keanekaragaman hayati tingkat gen pada jagung

Contoh lain keanekaragaman hayati tingkat gen adalah pada tanaman jagung. Para petani biasanya lebih mengenal ada banyak sekali varietas jagung yang akan ditanam. Jenis varietas yang dipilihnya umumnya disesuaikan pula dengan kondisi lingkungan penanaman, sebab setiap varietas punya tingkat ketahanan yang berbeda – beda pada kondisi lingkungan yang berbeda pula. Beberapa contoh varietas tanaman jagung ini diantaranya varietas pioner, DK, NK, BISI, Bima, dan lain – lain.

7. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada mangga

contoh Keanekaragaman hayati tingkat gen pada mangga

Tanaman mangga ternyata juga memiliki keanekaragaman hayati pada tingkat gen. Bagi Anda yang suka makan mangga pastinya sudah mengenal beberapa ragam jenis buah mangga tersebut, seperti buah mangga manalagi, mangga gadung, mangga apel, mangga golek, dan mangga arum manis. Dari sisi buahnya sendiri, buah mangga tersebut memiliki rasa dan tekstur yang berbeda – beda, begitu pula dari segi penampilan fisik tanamannya.

8. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada padi

contoh Keanekaragaman hayati tingkat gen pada padi

Contoh keanekaragaman hayati pada tingkat gen yang selanjutnya adalah pada tanaman padi. Buat Anda yang tinggal di desa – desa atau pun yang orangtuanya adalah petani sudah pasti keanekaragaman tersebut sudah Anda kenal dengan adanya beragam varietas tanaman padi, contohnya saja varietas ciherang, digul, muncul, impari, rojolele, cilamaya, dan lain sebagainya. Masing – masing dari varietas tersebut punya perbedaan, baik itu dari segi ciri fisik daun, batang, buah, akar, ketahanan hidup, atau pun dari segi umur tanamannya.

9. Keanekaragaman hayati tingkat gen pada kambing

contoh Keanekaragaman hayati tingkat gen pada kambing

Masih sejalur dengan ayam, di dunia kambing pun ternyata juga memiliki keanekaragaman hayati pada tingkat gen. Ada kambing alpen, kambing boer, kambing sanen, dan kambing etawa yang menghasilkan daging serta susu, ini merupakan bukti dari adanya variasi tingkat gen di dunia kambing.

Dari beberapa contoh di atas, bisa disimpulkan bahwasannya keberagaman di tingkat gen terjadi dalam satu spesies saja, dan dengan variasi jenis yang berbeda – beda. Atau dengan kata lainnya adalah satu jenis hewan atau pun tumbuhan dengan variasi jenis yang beragam sebab ada variasi – variasi gen yang berbeda – beda pula. Dan berikut ini juga akan kami informasikan kepada Anda tentang keanekaragaman hayati tingkat jenis dan ekosistem. Silakan di simak ulasannya.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis

contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis

Keanekaragaman hayati pada tingkat jenis adalah adanya perbedaan yang dapat dijumpai pada kelompok, atau pun komunitas pada berbagai spesies yang hidup di suatu habitat makhluk. Misalnya saja di halaman rumah Anda ada pohon mangga, kelapa, rambutan, jeruk, jahet, kunyit, bunga mawar, bunga melati, kupu – kupu, lebah, semut, burung, dan juga cacing. Keanekaragaman jenis yang lebih tinggi biasanya dapat dijumpai di suatu tempat yang jauh dari kehidupan manusia, misalnya saja di hutan. Di hutan ada jenis hewan maupun tumbuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan di sawah atau pun di kebun.

Ada beberapa jenis organisme yang punya ciri – ciri fisik yang bisa dikatakan hampir sama seperti tumbuhan kelompok palem, yakni aren, pinang, sawit, dan juga kelapa yang memiliki daun seperti pita. Akan tetapi tumbuh – tumbuhan tersebut adalah jenis spesies yang berbeda, kelapa memiliki nama lain sebagai spesies cocos nucifera, sedangkan pinang bernama areca catechu. Berikut ini ada beberapa contoh keanekaragaman hayati pada tingkat jenis, diantaranya :

  • Famili fellidae, yakni kucing, singa, dan harimau
  • Famili palmae, yakni kelapa, siwalan, aren, palem, dan lontar
  • Famili papilionaceae, yakni kacang tanah, kacang panjang, kacang buncis, dan kacang kapri
  • Famili graminae, yakni rumput teki, jagung, dan padi
  • Genus ipomoea, yakni ketela rambat dan kangkung
  • Genus ficus, yakni pohon beringin dan pogon preh

keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

contoh keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Perlu untuk diketahui bahwa, ekosistem ini adalah suatu kesatuan yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap ekosistem pastinya memiliki ciri – ciri lingkungan fisik, tipe vegetasi atau tumbuhan, lingkungan kimia, dan tipe hewan yang spesifik. Kondisi lingkungan makhluk hidup ini juga sangat beragam sekali, sehingga menyebabkan jenis makhluk hidup yang menempatinya juga beragam pula. Keanekaragaman yang seperti ini biasanya disebut sebagai keanekaragaman pada tingkat ekosistem. Lalu faktor abiotik sendiri yang nanti akan mempengaruhi iklim, air, tanah, udara, suhu, kelembaban, mineral, cahaya, dan tingkat keasaman. Variasi faktor abiotik tersebut bahkan menimbulkan kondisi yang berbeda – beda pula pada setiap ekosistem. Untuk bisa mengetahui adanya keanekaragaman hayati di tingkat ekosistem ini bisa dilihat dari satuan, atau pun tingkatan kehidupan di tempat tersebut.

Secara garis besarnya ada dua ekosistem utama, yakni ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Untuk jenis ekosistem darat ini dibagi atas beberapa bioma, diantaranya bioma padang rumput, bioma gurun, bioma hutan hujan tropis, bioma tundra, bioma hutan gugur, dan bioma savana. Bioma sendiri diartikan sebagai satu kesatuan antara iklim dominan dengan vegetasi dan hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut. Bisa pula diartikan sebagai suatu daratan yang luas dan memiliki karakteristik komponen biotik serta abiotik. Sementara itu untuk ekosistem perairan sendiri bisa dibagi menjadi ekosistem air laut dan air tawar, ekosistem pantai, ekosistem terumbu karang, dan ekosistem hutan bakau. Berikut ini adalah beberapa contoh keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem yang harus diketahui.

  • Ekosistem lumut yang ada di wilayah sekitar puncak gunung, atau pun di daerah – daerah dingin sekitar kutub, serta didominasi oleh tumbuhan lumut. Hewan juga bisa dijumpai di dalamnya, seperti hewan – hewan berbulu tebal.
  • Ekosistem hutan hujan tropis yang ditumbuhi oleh beragam pohon, epifit, dan liana. Hewan yang bisa hidup di dalamnya adalah kera.
  • Ekosistem gurun yang punya perbedaan suhu sangat mencolok sekali antara siang dengan malam, angin kencang, iklim panas, serta hujan yang sangat sedikit, juga didominasi oleh kelompok tumbuhan xerofit seperti kaktus.
  • Ekosistem pantai yang didominasi formasi pes caprae dan barringtonia berbentuk pohon atau perdu. Di dalamnya ada serangga, burung pantai, dan lain – lain.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang pengertian dan contoh keanekaragaman hayati tingkat gen lengkap. Semoga bermanfaat.