Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara Lengkap

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara – Pancasila adalah dasar negara yanga sering sekali disebut sebagai dasar falsafah negara atau dasar filsafat negara maupun philosophische grondslag dari sebuah negara, juga sebagai ideologi negara. Dalam hal tersebut, pancasila juga digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan di sebuah negara. Dengan kata lainnya, pancasila ini digunakan sebagai dasar untuk mengatur semua penyelenggaraan negara. Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya tentang makna pancasila sebagai dasar negara, mari simak beberapa ulasannya di bawah ini.

Pancasila Sebagai Dasar Negara Lengkap

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dasar negara pada dasarnya bisa merubah suatu falsafah yang kemudian akan bisa merangkumkan atau pun menyimpulkan kehidupan, dan cita – cita bangsa dan negara Indonesia yang merdeka. Dasar negara dapat diartikan sebagai fondasi maupun landasan yang bisa dikatakan cukup kuat dan kokoh, serta tahan terhadap berbagai gangguan, hambatan, juga rintangan, baik itu dari dalam atau pun dari luar, sehingga bangunan gadung – gadung di bagian atasnya bisa berdiri dengan kokoh dan kuat. Bangunan yang dimaksudkan di sini adalah Negara Republik Indonesia yang selalu ingin wujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur. Salah satu tujuan dari dirumuskannya pancasila oleh para pendiri negara tidak lain adalah sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Hal tersebut pasti saja sudah sangat sesuai sekali dengan apa yang dikatakan oleh Radjiman Widyodiningrat, bahwasannya hakikat pancasila ini adalah sebagai dasar negara.

Demikian juga menurut Muhammad Yamin, Ir. Soekarno, dan Mr. Soepomo yang mengatakan bahwa perlu adanya dasar negara di Indonesia yang merdeka ini, yakni pancasila. Dengan begitu maka para pelaku sejarah memang berniat dan bersungguh – sungguh dalam merumuskan pancasila sebagai salah satu landasan negara, sebagai falsafah negara, serta sebagai ideologi negara dan pastinya juga tidak ada niatan yang lainnya. Ditinjau lagi dari asal usulnya, kata pancasila ini asal muasalnya dari bahasa Sanskerta yang di dalamnya mengandung dua suku kata, yakni panca dan syila. Panca berartikan lima dan syila sendiri dengan huruf “i” yang dibaca pendek memiliki arti sebagai dasar, sendi, alas, atau pun asas. Sementara itu kata syila sendiri dengan pengucapan “i” yang panjang yakni syiila berarti sebagai peraturan dari tingkah laku yang baik, utama atau yang paling penting. Dengan demikian maka kata pancasila bisa diartikan seabgai berbatu sendi lima, atau pun lima tingkat laku utama, bahkan bisa pula diartikan sebagai pelaksanaan lima kesusilaan pancasila krama.

Kemudian jika ditinjau dari segi kesejarahan atau pun historis, istilah dari kata pancasila pertama kalinya ditemukan dalam ajaran agama Buddha, khususnya di dalam kibat Tri Pitaka pancasila ini diartikan sebagai lima aturan kesusilaan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua penganut agama Buddha. Sementara itu dalam kibat Vinaya Pitaka sendiri, ini adalah salah satu bagian dari kitap Tri Pitaka, disebutnya ada lima pantangan atau pun lima larangan yang harus dihindari oleh semua pemeluk ajaran agama Buddha, yakni menghindari pencurian, menghindari pembunuhan, penghindari kebohongan, menghindari perzinaan, menghindari makanan dan minuman yang bisaa memabukkan yang menyebabkan ketagihan.

Masuknya ajaran agama Buddha ke Indonesia juga turut membawa ajaran nilai – nilai pancasila tersebut. Di masa kejayaan kerajaan Majapahit sendiri, tepatnya di bawah kepemimpinan raja Hayam Wuruk, istilah dari kata pancasila ini dimasukkan ke dalam kibat Negara – Kertagama, karya Empu Prapanca. Yang mana dalam buku tersebut dituliskan sebagai berikut : yatnanggegwani pancasyiila kertasangskartbhisekaka krama, yang memiliki arti “raja menjalankan kelima pantangan (dalam kata pancasila) dengan setia”. Istilah kata pancasila ini juga bisa dijumpai pula dalam sebuah kibat Sutasoma karya Empu Tantular. Yang mana dalam buku tersebut ada istilah kata pancasila yang berartikan sebagai pelaksanaan kesusilaan yang lima atau pancasila krama, yakni sebagai berikut.

  • Tidak boleh mencuri
  • Tidak boleh berbohong
  • Tidak boleh melakukan kekerasan
  • Tidak boleh berwatak dengki
  • Tidak boleh mabuk atau minum – minuman keras

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Untuk bisa mengetahui makna pancasila sebagai dasar negara, pada dasarnya kita harus terlebih dulu mengetahui makna dari dasar negara itu sendiri. Dasar sebuah negara bisa saja berupa suatu falsafah yang kemudian bisa merangkumkan atau pun menyimpulkan kehidupan serta cita – cita berbangsa dan bernegara Indonesia yang merdeka. Dasar negara adalah fondasi atau pun landasan yang cukup kuat dan kokoh, serta tahan terhadap berbagai macam gangguan, hambatan juga rintangan mulai dari dalam atau pun dari luar, sehingga bangunan gedung yang ada di atasnya bisa berdiri dengan sangat kokoh dan kuat, seperti yang sudah kami jelaskan di awal.

Adapun sejarah dari perumusan pancasila sendiri sebagai dasar negara bisa diamati dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Istilah kata pancasila ini kembali lagi mencuat ke permukaan menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tepatnya pada sidang BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang pertama kali dilaksanakan tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno dalam pidatonya mengatakan bahwa namanya bukan panca dharma, akan tetapi saya namakan ini sebagai petunjuk seorang teman kita yang ahli bahasa, namanya adalah pancasila. Sila berarti sebagai asas atau dasar, dan di atas kelima dasar tersebut kita mendirikan negara Indonesia yang kekal dan abadi.

Setelah berakhir sidang PBUPKI ini kemudian dibentuk panitia sembilan, tepatnya di tanggal 22 Juni 1945 yang berhasil merumuskan Piagam Jakarta. Lalu di tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaannya, PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia telah menetapkan rumusan pancasila sebagai dasar dari Negara Republik Indonesia, sebagaimana terdapat pembukaan UUD 1945 pada alinea IV dengan urutan sebagai berikut ini.

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Makna Pancasila menjadi dasar negara adalah bahwa pancasila digunakan sebagai dasar atau fundamen untuk mengatur pemerintah negara, atau pun sebagai dasar untuk mengatur seluruh penyelenggaraan negara. Dengan begitu maka kata pancasila ini bisa didefinisikan sebagai kaidah negara yang fundamental, yang artinya sebagai hukum dasar, baik itu yang tertulis atau pun yang tidak tertulis dan semua peraturan perundang – undangan yang berlaku dalam Negara Republik Indonesia sudah seharusnya bersumber dan ada di bawah pokok kaidah negara yang fundamental. Bisa dibayangkan sendiri jika negara kita ini tidak memiliki dasar negara, sudah pasti seluruh penyelenggaraan negara tidak akan memiliki pegangan atau pun pedoman yang kuat dan kokoh, sehingga setiap warga negara akan memiliki pegangan juga pedoman tersendiri yang pada akhirnya melahirkan perpecahan.

Arti Pancasila sebagai dasar negara juga memiliki artian sebagai dasar atau pun pedoman dalam penyelenggaraan negara. Seandainya negara menjadi sebuah bangunan, maka pancasila ini menjadi fondasi yang nanti akan dijadikan sebagai tempat untuk berpijaknya bangunan – bangunan berikutnya. Dengan begitu maka pancasila dijadikan sebagai dasar dan tonggak dalam pembuatan segala peraturan perundang – undangan negara dan berbagai macam peraturan lain yang di dalamnya mengatur di berbagai bidang kehidupan, baik itu di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, atau pun pertahanan dan keamanan. Lalu dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea ke IV sendiri juga sudah dijelaskan, bahwa pancasila ini merupakan dasar negara. Dengan begitu maka pancasila adalah nilai dasar yang normatif terhadap semua penyelenggaraan Negara Republik Indonesia.

Dengan kata lain, pancasila adalah dasar dari falsafah negara atau pun ideologi negara, sebab di dalamnya memuat norma – norma yang paling mendasar sekali untuk mengukur serta menentukan keabsahan bentuk – bentuk penyelenggaraan negara dan juga kebijaksanaan – kebijaksanaan penting yang kemudian diambil dalam proses pemerintahan. Kedudukan pancasila sebagai dasar negara ternyata menempatkan pancasila sebagai salah satu sumber hukum yang paling utama bagi semua perundang – undangan yang nanti akan dibuat dan digali lebih dalam lagi. Hal tersebut ditegaskan dalam UUD nomor 12 tahun 2011 mengenai pembentukan peraturan perundang – undangan bahwasannya kata pancasila adalah sumber dari semua sumber hukum negara.

Peletakkan kata pancasila sebagai salah satu sumber dari semua sumber hukum negara adalah sesuai dengan pembukaan dalam Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia di tahun 1945. Pancasila diletakkan sebagai dasar juga ideologi negara dan sekaligus sebagai filosofis berbangsa maupun bernegara, sehingga setiap materi muatan peraturan perundang – undangan sangat tidak boleh bertentangan dengan nilai – nilai yang ada di dalam pancasila itu sendiri. Penegasan fungsi kata pancasila seabgai dasar negara dan juga sumber hukum ternyata bisa ditemukan pula dalam Undang – Undang Keormasan tahun 1985, yakni Undang – Undang nomor 5 tahun 1985 mengenai keharusan semua kekuatan politik untuk mencatumkan pancasila sebagai asas dalam anggaran dasarnya.

Tidak hanya itu saja, Undang – Undang nomor 8 tahun 1985 juga mengharuskan semua organisasi sosial kemasyarakatan cantumkan pancasila ini sebagai satu – satunya asas. Berdasarkan kedua UU tersebut, kata pancasila tidak hanya dianggap seabgai dasar negara saja, akan tetapi juga sebagai anggaran dasar bagi seluruh politik, kemasyarakatan, juga sosial keagamaan. Jika melihat ulasan tersebut, manfaat utama dijadikannya pancasila sebagai dasar negara adalah untuk memberikan pedoman bagi bangsa maupun negara untuk bisa mencapai tujuannya lewat berbagai realisasi pembangunan, dan menjadi alat pemersatu. Ini artinya pancasila bisa mempersatukan orang – orang dari berbagai suku bangsa, ras, agama, dan golongan.

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Tidak hanya menjadi dasar negara, pancasila ini juga dijadikan sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peranan Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara mengandung arti sebagai berikut, yakni pancasila adalah ajaran, doktrin, gagasan, teori, atau pun ilmu yang di dalamnya diyakini kebenarannya serta dijadikan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, juga menjadi petunjuk dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi masyarakat, bangsa, maupun negara Indonesia. Dengan begitu maka ideologi pancasila dapat diartikan pula sebagai doktrin, ajaran, teori, dan ilmu mengenai cita – cita bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya, serta disusun secara sistematis dan diberi petunjuk dengan pelaksanaan yang sangat jelas.

Kata pancasila yang tercantum dalam pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 memenuhi persyaratan sebagai ideologi, sebab pancasila memuat ajaran, gagasan, dan doktrin bangsa Indonesia yang di dalamnya memang diyakini kebenarannya, serta disusun secara sistematis juga diberi petunjuk pelaksanaannya. Pancasila sebagai ideologi negara berperan penting sebagai ideologi terbuka. Yang dimaksud dengan ideologi terbuka dalam hal ini adalah ideologi yang bisa berinteraksi dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan adanya dinamika secara internal. Keterbukaan ideologi pancasila khususnya dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir secara dinamis serta konseptual di dunia modern.

Lalu dalam implementasinya, kata pancasila mengandung tiga tingkatan nilai, yakni nilai – nilai dasar yang di dalamnya tidak berubah, yakni lima sila pancasila, juga ada nilai instrumental sebagai sarana untuk wujudkan nilai dasar yang bisa berubah sesuai keadaan, dan nilai praksis yang berupa pelaksanaan secara nyata yang sebenar – benarnya. Sekalipun demikian, perwujudan atau pun pelaksanaan dari nilai – nilai instrumental dan nilai praksis ini harus tetap mengandung jiwa serta semangat yang sama dengan nilai – nilai dasarnya.

Mengetahui Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara Lengkap

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

1. Pancasila sebagai pedoman hidup

Di sini kata pancasila ini memiliki peranan yang cukup penting sekali sebagai dasar dari setiap pandangan di Indonesia. Pancasila harus menjadi sebuah pedoman pada saat mengambil keputusan.

2. Pancasila sebagai jiwa bangsa

Pancasila harus menjadi jiwa dari bangsa negara itu sendiri. Pancasila yang merupakan jiwa bangsa pada dasarnya harus terwujud dalam setiap lembaga atau pun organisasi dan insan yang ada di suatu negara.

3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa

Kepribadian bangsa penting sekali peranannya dan juga menjadi identitas bangsa tersebut. Oleh karenanya, pancasila harus diam di dalam diri tiap – tiap pribadi berbangsa supaya bisa membuat pancasila sebagai kepribadian bangsa.

4. Pancasila sebagai sumber hukum

Pancasila menjadi sumber hukum dari semua hukum yang berlaku di sebuah negara, atau dengan kata lainnya pancasila ini menjadi dasar negara yang pastinya tidak boleh ada satu pun peraturan yang bertentangan di dalamnya.

5. Pancasila sebagai cita – cita bangsa

Pancasila yang dibuat sebagai dasar negara ternyata juga dibuat khusus sebagai tujuan negara dan cita – cita bangsa. Kita sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya mengidam – idamkan sebuah negara yang memiliki Tuhan yang Esa, yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, bersatu dan solid, selalu bermusyawarah, serta munculnya keadilan sosial.

Manfaat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Manfaat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pandangan hidup merupakan suatu hal yang dijadikan sebagai pedoman hidup, yang mana dengan aturan – aturan yang telah dibuat untuk bisa mencapai yang telah dicita – citakan. Pancasila sendiri sebagai pandangan hidup juga menjadi sarana paling ampuh untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan memberikan petunjuk dalam mencapai kesejahteraan serta kebahagiaan lahir dan batin bagi masyarakat yang beraneka ragam sifatnya. Berikut ini ada beberapa manfaat pancasila dalam pandangan hidup yang juga perlu untuk kita ketahui bersama. Mari di simak ulasannya.

  • Kekokohan dan tujuan. Tiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan kuat, serta mengetahui jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya perlu pandangan hidup.
  • Pemecahan masalah. Dengan pandangan hidup maka suatu bangsa akan dapat memandang persoalan yang sedang dihadapi serta menentukan cara memecahkan persoalan tersebut.
  • Pembangunan diri. Dengan pandangan hidup ini maka suatu bangsa akan punya pegangan dan pedoman tentang bagaimana cara memecahkan masalah politik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam gerak masyarakat yang semakin maju serta akan membangun dirinya.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang makna pancasila sebagai dasar negara lengkap. Semoga bermanfaat.