Tata cara Niat Mandi Wajib Setelah Haid

niat mandi wajib setelah haid – Haid bagi seorang wanita merupakan periode bulanan yang akan berlangsung terus menerus sampai masa menopause (masa tidak produktif wanita) tiba. Masa menopause ini biasanya terjadi pada wanita yang sudah berusia 40 tahun ke atas. Seorang wanita yang sudah mengalami masa menopause maka baginya tak akan lagi mengalami haid.

Untuk wanita yang sedang haid, dalam Islam ia akan mendapatkan keistimewaan. Salah satunya adalah tidak perlu menjalankan sholat tanpa perlu menggantinya. Namun setelah haid selesai, maka wajib baginya untuk segera mensucikan diri dan menjalankan sholat tanpa mengganti yang sudah ditinggalkannya. Jika tidak melakukan hal tersebut atau menunda – nunda mensucikan diri maka Islam punya hukum sendiri yang mengaturnya. Nah, disini kita akan membahas tentang niat mandi wajib setelah haid, beserta tata cara dan hukum – hukumnya. Mari kita simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga : Tentang Pengertian Ijtihad

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat mandi wajib setelah haid dalam bahasa Arab

Niat mandi wajib setelah haid dalam bahasa Arab yaitu :

Nawaytul ghusla lirof’il hadatsil haydthi lillahi ta’aala.

Arti dari niat mandi wajib setelah haid dalam bahasa Arab ini yaitu :

Saya niat mengangkat hadast haidz karena Allah Ta’ala

Dalil tentang Mandi Wajib Setelah Haid

tata cara mandi haid

Dalil disampaikan oleh Al Imam Al Mudaddits Muqbil Hadi Al Wadi’I yang menyebutkan :

“Jika darah haid telah berhenti dalam waktu tiga hari, kurang atau lebih maka wajib bagi si wanita untuk mandi dan mengerjakan sholat. Kemudian jika telah masuk waktunya atau telah tiba waktunya serta diperkenankan bagi suaminya untuk mendatanginya berdasarkan firman Allah SWT “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran’. Oleh karena itu kalian harus menjauhkan diri dari istri – istri kalian di waktu haidnya (tidak melakukan jima’ pada kemaluan) dan janganlah sekali – kali kalian mendekati atau menggauli mereka sampai mereka dalam keadaan suci dengan mandi.

Jika mereka sudah suci dengan mandi maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan oleh Allah kepada kalian (pada qubul). Sungguh, Allah benar – benar suka terhadap orang – orang yang menjalankan taubat di jalannya dan orang yang menyucikan dirinya” (Al-Baqarah : 22)

Dalam Ijabatus Sa’il a’la Ahammil Masa’il di halaman 703 disebutkan bahwa :

Wanita tidak diperbolehkan untuk menunda mandi wajib setelah darah berhenti pada masa haid. Jika ia tidak mendapatkan air untuk mandi suci atau ia tidak mampu menggunakan air, maka juga akan diperkenankan baginya untuk bertayammum sampai ia mendapatkan air atau mampu menggunakan air dan wajib untuknya mengerjakan shalat dengan tayammum tersebut serta juga diperkenankan bagi suaminya untuk mendatanginya.

Hal – hal yang didalam dalil tersebut dimaksud dengan “ia tidak mampu menggunakan air” adalah wanita yang sakit dan tidak dapat bersuci dengan menggunakan air maka berwudhu dari hadast kecil atau mandi dari hadast besar karena sebab lemah dan dikhawatirkan akan menambah sakit yang diderita. Sekaligus dapat menghambat proses penyembuhan maka baginya diperbolehkan untuk tidak mensucikan diri (dengan mandi wajib haid) sebagaimana mestinya melainkan hanya bertayammum saja.

Cara yang bisa dilakukan untuk bertayammum yaitu dengan menepukkan kedua tangan pada tanah dengan sekali tepukan dan kemudian mengusapnya di wajah dengan menggunakan kedua telapak tangan dan mengusap kedua telapak tangan antara yang satu dengan yang lainnya.

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

cara mandi wajib haid dengan sempurna

1. Membacakan niat mandi wajib

Segala sesuatu yang diawali dengan niat demikian juga dengan mandi wajib berdasarkan berbagai madzab yang ada di agama Islam dalam niat kita boleh mengucapkannya dengan menggunakan lisan atau juga bisa diucapkan hanya didalam hati saja.

Sementara untuk orang – orang yang tidak sempat untuk menghafal niatnya dalam bahasa Arab, maka dapat baginya untuk mengucapkannya dalam bahasa yang dimengerti atau sesuai dengan bahasa di negara masing – masing. Untuk Indonesia maka menggunakan bahasa Indonesia juga diperbolehkan. Tapi kalau bisa usahakan ke depannya menggunakan bahasa Arab agar sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW jadi bisa dihafal sedikit demi sedikit sampai benar – benar hafal nantinya.

2. Bersihkan daerah kemaluan

Hal pertama yang kita harus lakukan adalah membersihkan area kemaluan dari berbagai macam kotoran yang menempel. Sebagai tambahan, jadi andaikan Anda berkeinginan untuk lebih bersih lagi dan terbebas dari berbagai macam bakteri menurut isyarat dari Rasulullah SAW dianjurkan untuk menggunakan daun bidara dalam bersuci.

Jadi selain bisa bersuci dari haid dengan menggunakan sabun, bisa membersihkan diri dari haid dengan daun bidara dimana berdasarkan penelitian manfaatnya jauh lebih baik daripada sabun. Mengenai apa saja manfaat dari daun bidara untuk membersihkan darah haid diantaranya sebagai berikut :

  • Daun bidara mengandung senyawa antibakteri
  • Daun bidara mengandung senyawa antioksidan
  • Daun bidara mengandung kandungan antiseptic
  • Daun bidara mampu memberikan efek regenerasi terhadap sel – sel yang mengalami kerusakan.

Jika memang tidak ada, kita boleh tetap menggunakan sabun bahkan tanpa sabun juga bisa. Asalkan memang dalam menjalankannya disertai juga dengan niat mandi wajib setelah haid.

3. Berwudhu

Dalam mandi wajib sebenarnya wudhu merupakan sunah. Akan tetapi jika dilakukan karena berdasarkan hadist Rasulullah SAW yang intinya barang siapa membaguskan wudhunya maka akan berjatuhan dosanya maka hal yang sunah ini akan semakin baik jika dikerjakan.

4. Menyiramkan air ke seluruh tubuh

Setelah bersuci dengan berwudhu, kemudian siramkan air ke seluruh tubuh. Dianjurkan untuk Anda memulainya dengan tubuh bagian kanan dimana hal ini sesuai dengan sunah Rasulullah SAW yang suka dengan segala sesuatu yang dimulai dari sebelah kanan.

Tak hanya bersuci ketika haid saja yang dianjurkan untuk dimulai dari sebelah kanan terlebih dahulu.   Akan tetapi merapikan rambut, menggunakan sepatu dan sebagainya juga dianjurkan dari sebelah kanan terlebih dahulu.

Baiknya untuk Anda upayakan bahwa tidak ada bagian tubuh yang tidak terkena air khususnya daerah yang rawan seperti lubang dubur, rambut, kuku ketiak, badan bagian belakang dan sela jari kaki. Untuk pertama – tama dalam mensucikan diri ketika haid sama halnya ketika Anda mensucikan diri untuk mandi junub dimana Anda harus mengguyurkan dulu air ke kepala kemudian gosok rambut kepala sampai air meresap sempurna ke seluruh bagian rambut Anda.

5. Gunakan wewangian

Setelah Anda selesai mandi, berdasarkan sunah Rasulullah SAW dianjurkan agar Anda menggunakan wewangian. Jadi wewangian khususnya diberikan di bagian farji atau rahim dan bagian anggota badan yang terkena darah haid bisa Anda berikan. Akan tetapi baiknya Anda menggunakan wewangian alami tanpa kandungan alcohol dan tanpa campuran bahan kimia lainnya karena akan jauh lebih aman untuk kesehatan Anda secara menyeluruh.

Cara Mengetahui Waktu Haid Selesai Atau Belum

waktu mandi wajib setelah haid

Wanita dapat mengenali tanda – tanda haid sudah selesai atau belum dalam dirinya. Sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa dikenal ketika darah haid sudah selesai atau belum diantaranya yaitu :

  • Ketika darah sudah bersih dan haid sudah usai maka cairan putih akan keluar. Rahim kemudian akan mengeluarkan cairan berwarna putih yang bisa dianggap sebagai tanda bahwa darah haid sudah selesai.
  • Kemudian selanjutnya cara mengenali darah haid sudah suci atau belum adalah dengan Anda mengetahui bahwa cairan putih berhenti adalah farji sudah mengering. Jadi jika farji memang dirasa sudah kering dan tidak ada sama sekali darah yang keluar maka kemudian kita sudah bisa mengklaim bahwa darah haid memang sudah benar – benar selesai.

Akan tetapi untuk membuktikan hal tersebut, Anda perlu melakukan beberapa test. Caranya Anda bisa ambil kapas dan kemudian letakkan di farji. Seandainya kapas masih kering dan bersih berarti Anda sudah berhenti dari haid akan tetapi jika kapas masih basah dan ada noda putih atau kuning yang bukan dari kapas maka artinya haid masih tersisa dan perlu Anda tunggu sampai darahnya benar – benar bersih.

Jika memang darah haid sudah berakhir dari tempat keluarnya haid dan kemudian tempat keluarnya haid sudah mengering secara sempurna maka artinya Anda sudah suci dari haid dan jangan Anda hiraukan jika keluar cairan kuning dan lain setelahnya. Berdasarkan hadist Ummu ‘Athiyah Radiyallahu ‘anha berkata “Kami dahulu tidak menghiraukan flek cokelat dan kuning yang keluar dari masa setelah suci” (Hadist Riwayat Abu Daud : 307. Hadist ini dishahihkan oleh Syeikh Albani).

Tak hanya itu masih ada berbagai dalil lainnya tentang bersuci dari haid yang bisa dijadikan rujukan. Salah satunya adalah dari Imam Nawawi Rahimahullah yang berkata “Tanda berakhirnya haid dan keberadaan masa sucinya bahwa keluarnya darah dan flek kekuningan serta flek warna kecoklatan akan terhenti kemudian kalau sudah terhenti maka seorang wanita dianggap sudah suci walau setelahnya keluar cairan bening atau tidak”

Ulama Tajnah Daimah (4/ 2016) juga pernah ditanya dan menjawab bahwa “Seorang wanita setelah berhentinya darah haidnya dia melihat cairan yang warnanya agak kecoklatan di titik yang terbatas dan jumlahnya tidak banyak kemudian dia tidak melihat tanda masa sucinya. Hal itu sebenarnya dialaminya selama dua sampai dengan tiga hari.

Apakah wanita tersebut harus shalat dan menjalankan ibadah puasa? Atau tidak menunggu kering atau keluarnya tanda suci?” Diantara mereka kemudian menjawab “Ketika seorang wanita suci dari haid yang ditanggungnya, kemudian dia melihat lagi – setelah masa suci ditandai dengan mengeringnya daerah kewanitaannya atau cairan bening – beberapa cairan maka hal itu tidak dianggap sebagai haid, maka hukumnya sama dengan kencing. Anda harus membersihkannya dan berwudhu.

Hal ini banyak dialami oleh wanita, setelah bersuci darinya hendaknya bersegera mendirikan shalat dan berpuasa ramadhan seperti yang telah diriwayatkan oleh Ummu ‘Athiyah radiyallahu ‘Anha kemudian ia berkata “diantara kami dahulu tidak menganggap bahwa flek setelah haid yang berwarna kekuningan dan kecoklatan setelah bersuci memberikan dampak apapun”  (HR Abu Daud dengan sanad yang shahih)

Larangan Bagi Wanita Menstruasi (Haid)

do'a haid

Wanita yang sedang haid mengalami berbagai macam larangan. Disini kita akan mengupasnya satu per satu. Untuk larangan dalam hal agama, bagi wanita haid agama melarang wanita yang sedang haid untuk melakukan beberapa hal meliputi :

Larangan untuk shalat dan puasa

Berdasarkan hadist shahih Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim isinya menerangkan bahwa Rasulullah melarang wanita haid untuk menjalankan dua kewajiban wanita pada umumnya yang tidak mengalami haid yaitu melarang baginya untuk menjalankan sholat dan melakukan ibadah puasa.

Larangan untuk berjima’ dengan suaminya

Imam Nawawi pernah menerangkan didalam kitabnya yang berjudul al-Majmu’ berdasarkan al-hadist bahwa didalam Islam hukumnya haram untuk melakukan jima’ ketika sang wanita sedang dalam kondisi tidak suci atau dalam keadaan sedang mengalami haid.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari dokter berpendapat bahwa ketika seorang istri dan suami melakukan jima’ hal ini dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya untuk keduanya. Hal ini karena ada berbagai macam bakteri yang terdapat didalam darah haid yang akan saling menular ketika melakukan hubungan dalam keadaan yang sedang tidak suci.

Larangan untuk menyentuh Al-Qur’an

Ada beberapa pendapat yang melarang bagi wanita yang sedang dalam kondisi haid untuk menyentuh Al-Quran. Berdasarkan pendapat yang diberikan dari syeikh Al-Hakim dalam kitabnya yang berjudul al-Mustadrak disebutkan bahwa seseorang yang berada dalam kondisi suci saja yang boleh memegang Al-Quran.

Akan tetapi diperbolehkan bagi wanita haid untuk mengulang hafalan Al-Qurannya selama tidak menyentuh mushaf. Sebenarnya ada ulama yang pro dan kontra  tentang membaca Al-Quran dengan hafalan akan tetapi ilmu kita yang masih terbatas lebih baik untuk memilih jalan tengah yang tidak memberatkan diri kita sendiri yang sekiranya akan lebih mudah jika kita mengamalkannya.

Larangan untuk masuk ke dalam masjid

Bagi wanita yang memang sedang dalam kondisi haid, diharapkan untuknya agar menahan dirinya masuk ke masjid. Hal ini karena dikhawatirkan darah kotor wanita yang sedang dalam kondisi haid menetes ke lantai masjid sehingga dapat mengurangi tingkat kesucian masjid tersebut karena darah yang menetes ke lantai.

Makanan dan Minuman Yang Dilarang Untuk Dikonsumsi Wanita Haid

makanan yang dilarang saat haid

Selain larangan yang ada kaitannya dengan agama, wanita yang sedang haid juga mendapatkan larangan untuk mengonsumsi jenis makanan dan minuman tertentu. Beberapa jenis makanan dan minuman yang dilarang untuk dikonsumsi wanita yang sedang haid diantaranya :

Makanan yang mengandung lemak tinggi

Contohnya makanan yang mengandung banyak minyak seperti gorengan, mie instan, atau berbagai makanan lainnya.  Alasan dari hal ini adalah karena makanan yang mengandung kandungan lemak tinggi berpotensi membawa dampak buruk bagi sirkulasi darah sehingga berakibat ketika masih haid pendarahan yang dialami menjadi tidak normal.

Minuman yang mengandung soda

Minuman yang mengandung soda boleh saja dikonsumsi. Akan tetapi jika minuman yang mengandung soda ini dikonsumsi secara berlebihan tentu dapat membuat sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan. Sehingga ketika seseorang mengonsumsinya maka secara otomatis fungsi sel darah putih didalam tubuhnya menjadi lemah sehingga tidak bisa secara maksimal membasmi berbagai macam parasit yang bersarang. Pada akhirnya kekebalan tubuhnya menjadi mengalami penurunan.

Makanan pedas yang banyak mengandung cabai

Ketika wanita dalam kondisi haid memakan makanan yang pedas dapat menjadi pemicu panas dalam. Hal ini tentu akan berakibat terdapatnya rasa sakit di bagian tenggorokan. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan kontraksi yang menyakitkan di sekitar area rahim.

Itulah apa saja larangan bagi wanita haid yang harus Anda tahu. Semoga informasi tentang niat mandi wajib setelah haid dan berbagai informasi terkait lainnya yang kami bagikan diatas menjadi informasi yang menambah wawasan Anda.