Pengertian Debit dan Kredit Pada Ilmu Akuntansi Beserta Contoh

Ilmu akuntansi merupakan suatu bidang keilmuan yang mengajarkan tentang pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian dalam menyajikan informasi keuangan suatu usaha, bisnis atau perusahaan. Dalam ilmu akuntansi kita mengenal berbagai istilah keuangan. Salah satunya debit dan kredit. Lantas apa pengertian debit dan kredit serta apa sih beda keduanya?

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lebih detail mengenai pengertian debit dan kredit pada ilmu akuntansi beserta informasi mengenai beda keduanya. Ilmu akuntansi memang sangat penting dipelajari karena ada banyak pihak dalam lingkup dunia usaha yang sangat membutuhkan informasi akuntansi tersebut mulai dari pihak pemilik usaha, karyawan, dan pihak eksternal meliputi investor serta pemerintah. Karena itu saking pentingnya pembukuan bagi sebuah perusahaan atau bisnis sampai – sampai suatu perusahaan rela membayar sejumlah uang kepada orang yang memahami betul tentang ilmu akuntansi agar mereka bisa membuat pembukuan yang detail dan rinci sesuai siklus yang terjadi pada perusahaan yang bersangkutan.

Pengertian Debit dan Kredit Dalam Ilmu Akuntansi

Pengertian Debit dan Kredit

Agar kita bisa tahu tentang pengertian debit dan kredit secara umum ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian keduanya. Secara umum pengertian debit adalah suatu kemampuan dalam melakukan pembelian atau pinjaman dengan adanya perjanjian dalam melakukan pembayaran dengan jangka waktu tertentu.

Sementara pengertian debit secara umum adalah pengurangan deposito didalam rekening bank atau catatan pos pembukuan dalam rangka memberikan penambahan pada nilai aktiva atau pengurangan pada besaran kewajiban yang diberikan.

Sebenarnya debit dan kredit merupakan suatu istilah yang seringkali digunakan dalam dunia akuntansi keuangan. Diartikan bahwa pengertian debit sebagai penambahan uang tabungan atau rekening dan bisa diartikan juga sebagai suatu pendapatan yang diterima dari adanya penambahan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Sementara kredit diartikan sebagai pengeluaran uang dalam transaksi yang dilakukan.

Akan tetapi istilah kredit juga lebih dikenal diartikan sebagai penyediaan uang atas suatu kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan nasabahnya dan juga diharuskan diberikan pelunasan dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditetapkan kedua belah pihak.

Sebenarnya masalah pengertian debit dan kredit tidak hanya bisa diartikan sebagai penambahan atau pengurangan uang dalam tabungan. Hal ini karena sejatinya untuk kepentingan laporan keuangan perusahaan, debit dan kredit tidaklah sesederhana itu.

Pengertian Kredit menurut para Ahli

Pengertian Kredit menurut para Ahli

Mengenai pengertian debit dan kredit, para ahli juga memiliki pemahaman dan pengertian tersendiri tentang hal tersebut. Berikut penjelasan tentang pengertian kredit menurut para ahli :

Pengertian kredit menurut Thomas Suyatno

Menurut Thomas Suyatno, pengertian kredit adalah suatu penyediaan uang yang biasa disamakan dengan tagihan – tagihan yang sesuai dengan persetujuan antara pinjaman dan juga dari pihak yang memberikan pinjaman.

Arti kredit menurut Henry Dunning

Menurut Henry Dunning, pengertian kredit adalah kondisi atau keadaan dimana seseorang memberikan sebuah jasa atas suatu perjanjian untuk melakukan kontribusi dalam pembayaran.

Definisi kredit menurut Meclead Rivai dan Veithzal

Menurut Meclead Rivai dan Veithzal, kredit diartikan sebagai penyerahan uang, jasa atau barang dari satu pihak kepada pihak yang lain atas dasar rasa percaya dengan adanya sebuah perjanjian akan membayar pada waktu yang sudah disepakati secara bersama – sama oleh kedua pihak yang bersangkutan.

Menurut Hasibuan, Kredit Adalah …

Sementara menurut Hasibuan, kredit diartikan sebagai semua jenis pinjaman yang harus dibayarkan secara bersama – sama dilengkapi dengan bunganya oleh pihak peminjam seperti halnya sebuah perjanjian yang disepakati bersama – sama oleh kedua belah pihak.

Perbedaan Debit dan Kredit

Pengertian Debit dan Kredit

Setelah kita memahami tentang pengertian debit dan kredit, akan lebih memahami dan mengerti mengenai penempatan debit dan kredit dalam ilmu akuntansi kita akan membahas beda keduanya. Ada perbedaan mendasar tentang debit dan kredit yang bisa kita telaah diantaranya :

  • Debit merupakan suatu metode atau tindakan meliputi pencatatan penambahan nominal uang. Sementara kredit merupakan suatu pencatatan pengurangan nominal uang dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi perbedaan antara debit dan kredit ini tidak berlaku pada tata keuangan bank karena pada bank berlaku sebaliknya.
  • Transaksi debit bisa diartikan sebagai aktivitas menabung di bank, sementara kredit merupakan aktivitas mengeluarkan uang atau meminjam uang di bank untuk kebutuhan tertentu.
  • Debit merupakan suatu pencatatan pembukuan yang dilakukan meliputi tentang pengurangan depositonya.

Kriteria Penentuan Debit dan Kredit Dalam Penulisan Laporan

pengertian debit dan kredit

Utamanya orang yang masih awam dan baru belajar mengenai akuntansi, penentuan debit dan kredit ketika melakukan pengisian entry seringkali menimbulkan rasa bingung. Sekilas mengenai kriteria penentuan debit dan kredit dalam penulisan laporan keuangan meliputi :

Debit

Debit adalah data yang dicatat sebagai kondisi asset dan biaya yang mengalami suatu penambahan atau peningkatan dan ketika liability dan equity mengalami penurunan. Ketika penulisan jurnal keuangan perusahaan lazimnya debit berada di sebelah kiri.

Kredit

Kredit adalah data yang dicatat sebagai suatu kondisi dimana equity dan juga liability mengalami peningkatan jumlah serta asset dan biaya mengalami kemerosotan. Berbalik dengan debit, pada umumnya kredit ditulis di sebelah kanan dari laporan keuangan perusahaan.

Contoh Debit Kredit

pengertian debit dan kredit

Ada beberapa contoh situasi untuk menentukan mana yang di debit dan mana yang diletakkan di posisi kredit. Beberapa contoh situasi tersebut bisa Anda lihat dalam uraian di bawah ini :

  • Jika terdapat suatu transaksi penjualan produk secara tunai kepada konsumen maka Anda harus mendebet “Cash” karena memperoleh sejumlah uang atas penjualan tunai yang dilakukan, kemudian di sisi kanan Anda harus mengkredit jurnal “Penjualan/ Pendapatan” karena terjadi transaksi penjualan.
  • Penjualan barang secara utang kepada konsumen ditulis dengan jurnal “Piutang” di sebelah debet dan “Pendapatan/ Penjualan” di sebelah kredit.
  • Pembelian bahan produksi dari supplier secara tunai ditulis dengan jurnal debit “Bahan produksi” dan kredit “kas” karena transaksi yang dilakukan terjadi secara tunai.
  • Pembelian bahan produksi dari supplier secara kredit dilakukan dengan mendebet “Bahan produksi” dan mengkredit “Utang”.
  • Penggunaan dana perusahaan untuk menggaji karyawan ditulis dengan mendebet “Beban gaji” dan mengkredit “Kas”

Dalam menentukan posisi kredit dan debet dalam melakukan suatu transaksi keuangan perusahaan, Anda bisa mencoba dalam memahami klasifikasi akun berikut ini :

  • Assets (asset perusahaan atau harta yang dimiliki oleh perusahaan dengan nomor akun diawali angka 1)
  • Liabilities (Utang atau kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dengan nomor akun diawali angka 2)
  • Owner’s Equity (modal perusahaan dengan nomor akun diawali angka 3)
  • Income (Pendapatan perusahaan ditulis dengan nomor akun diawali angka 4)
  • Expenses (Beban – beban atau pembelanjaan perusahaan yang harus dibayarkan, ditulis dengan nomor akun diawali angka 5)

Kategori akun dengan nomor akun 1, 2 dan 3 akan disajikan dalam balance sheet atau di laporan neraca karena merupakan harta atau aktiva perusaahan. Sementara untuk kategori akun 4 dan 5 berada di laporan keuangan laba / rugi karena digunakan dalam hal penentuan laba atau rugi yang berpotensi didapatkan oleh perusahaan.

Dalam hal tata penulisan laporan debit dan kredit keuangan perusahaan kita mengenal istilah akun lawan yaitu suatu transaksi yang dilakukan dan berpengaruh minimal 2 akun. Semisal pada transaksi pembelian peralatan perusahaan yang dilakukan secara utang maka akun yang terpengaruh pada transaksi yang bersangkutan adalah suatu mesin sebagai fixed assets (harta tetap) dan akun lawannya adalah utang usaha (liabilities/ kewajiban) sebagai bentuk terjadinya pembelian yang dilakukan secara kredit.

Istilah debit note atau kredit note sendiri juga sering digunakan dalam penulisan akuntansi perusahaan. Debit note merupakan suatu dokumen yang berisi pemberitahuan terkait piutang dari pelanggan yang akan semakin bertambah untuk alasan – alasan tertentu. Akan tetapi didalam dokumen debit note juga berisi mengenai perusahaan terhadap vendor atau supplier. Sementara credit note merupakan dokumen pemberitahuan yang isinya adalah tentang utang perusahaan atas pelanggan sehingga juga bisa digunakan dalam mengurangi porsi utang perusahaan atas supplier atau vendor yang terlibat tersebut.

Pentingnya Pembuatan Laporan Debit dan Kredit Dalam Perusahaan

pengertian debit dan kredit

Memang suatu sistem akuntansi bagi sebuah perusahaan terkesan ribet. Akan tetapi sebenarnya suatu sistem akuntansi ini memberikan berbagai macam hal positif dan keuntungan bagi sebuah perusahaan atau bisnis.

Sebuah bisnis dalam perusahaan tentu sering mengalami transaksi baik yang dilakukan secara internal atau yang dilakukan secara eksternal. Transaksi – transaksi yang terlibat tersebut nantinya mengharuskan bagi sebuah perusahaan dalam membuat dokumen transaksi dalam bentuk suatu laporan keuangan.

Salah satunya pentingnya akuntansi debit kredit ini adalah agar kita bisa tahu mengenai laju keluar masuknya dana bagi perusahaan demi meminimalisir kemungkinan over budget pada kategori akun tertentu didalam suatu laporan. Terdapat juga setidaknya 5 unsur yang ada didalam suatu transaksi akuntansi yang meliputi harta, utang, modal, pendapatan dan biaya atau beban – beban.

Adanya suatu transaksi debit bagi sebuah perusahaan tentu perlu disertakan dengan adanya suatu transaksi kredit. Perusahaan yang tidak memiliki dokumen pelaporan debit dan kredit tentunya tak akan bisa melakukan upaya pengendalian aliran keluar masuknya dana bagi keuangan perusahaan. Selain itu data – data bagi keuangan sebuah perusahaan juga tidak bisa dilacak jika saja terjadi sesuatu hal berupa penyimpangan atau pelanggaran atas keuangan perusahaan yang bersangkutan.

Dengan adanya laporan debit dan kredit ini diharapkan dapat membantu memberikan pengawasan keuangan perusahaan dari berbagai kemungkinan adanya korupsi yang dilakukan. Hal ini juga karena data yang didebit dan di kredit dalam sebuah bidang atau jurnal akuntansi memberikan bukti akurat dan relevan sehingga sangat dapat dipercaya.

Alur Debit Kredit Dalam Laporan Keuangan

pengertian debit dan kredit

Debit dan kredit yang diperlukan dalam jurnal laporan keuangan tentu memiliki beberapa fungsi dan memiliki alur dalam penerapan atau pembuatannya. Adapun alur debit dan kredit didalam suatu laporan keuangan meliputi :

Mengumpulkan dan melakukan analisa atas data transaksi

Proses pembukuan atau pembuatan jurnal dalam ilmu akuntansi dimulai dari hal yang paling sederhana. Dilakukan dengan proses pengumpulan data transaksi keuangan dalam bentuk bukti transaksi. Bukti transaksi ini nantinya bisa berbentuk sebuah kuitansi, surat pengakuan utang piutang, akta, surat perjanjian, wesel dan berbagai dokumen transaksi yang lainnya.

Dari bukti transaksi atau dokumen transaksi yang didapatkan tersebut, Anda bisa melakukan suatu langkah identifikasi dan analisa transaksi dalam penentuan kebenaran nilai dan juga status transaksi yang bersangkutan. Mengenai kelengkapan data transaksi juga sangat penting karena akan sangat menentukan pada kelancaran proses yang berikutnya. Karena itu Anda juga perlu benar – benar bersikap teliti didalam melakukan penyimpanan dan menganalisa suatu transaksi yang diperlukan.

Membuat suatu jurnal transaksi dari dokumen atau bukti transaksi yang sudah dikumpulkan

Setelah bukti transaksi berhasil dianalisa, proses yang selanjutnya dilakukan adalah memasukkan nilai yang diakui ke dalam jurnal catatan transaksi. Proses yang satu ini juga sering disebut dengan proses pencatatan atau penjurnalan. Proses menulis jurnal ini bisa dilakukan setiap ada transaksi baru atau dilakukan sekaligus setelah transaksi selama 1 hari benar – benar terkumpul secara sempurna.

Hanya saja bagi sebuah perusahaan sangat dianjurkan agar penulisan jurnal dilakukan setiap terjadinya transaksi dimana hal ini penting dalam menghindari terjadinya suatu miss posting dan agar keakuratan didalam penjurnalan benar – benar terjaga.

Buku – buku yang digunakan menampung semua data transaksi disebut dengan buku jurnal dimana didalamnya terdapat beberapa kolom informasi yang harus diisi diantaranya tanggal, nomor bukti transaksi, jenis transaksi atau akun transaksi, keterangan, debit, kredit, dan saldo.

Pada era komputerisasi seperti sekarang ini, proses dalam melakukan suatu langkah penjurnalan tidak lagi dilakukan dengan mencatat di buku. Melainkan proses pencatatannya sudah dimasukkan ke dalam suatu sistem atau software akuntansi karena biasanya masing – masing perusahaan utamanya perusahaan besar sudah mempercayakan pencatatannya ke dalam suatu software agar ketika akhir bulan dibutuhkan laporan keuangan, laporan keuangannya sudah benar – benar memberikan jawaban secara pasti tentang kebutuhan yang didapatkan. Pun walau beberapa perusahaan yang sudah memiliki software akuntansi juga ada yang masih setia dengan pencatatan yang dilakukan secara manual sebagai bahan perbandingan.

Memindahkan jurnal transaksi ke buku besar

Pada proses penulisan jurnal, tak ada pengelompokan jenis transaksi. Melainkan semua transaksi yang terjadi akan dicatat sekaligus didalam sebuah jurnal yang disebut dengan buku besar. Entah itu transaksi yang berhubungan dengan kas, piutang, utang atau pembayaran. Dalam proses ini catatan transaksi akan dikelompokkan pada akun sesuai jenis transaksinya.

Didalam buku besar, satu jenis transaksi berkumpul menjadi satu kelompok. Disana terdapat berbagai akun yang dicatat dalam jurnal mulai dari akun kas, akun piutang, dan berbagai akun sampai dengan akun yang berkelompok di nomor akun 5 semuanya ada disini. Transaksinya Anda kelompokkan berdasarkan dengan akun – akun yang sudah tersedia di buku besar tersebut.

Didalam buku besar inilah kita bisa melihat suatu transaksi secara lebih terstruktur dimana di akhir prosesnya, kumpulan nilai – nilai dari suatu transaksi akan membentuk nilai akhir yang juga disebut dengan saldo akhir. Nah, saldo akhir ini juga bisa berupa saldo debit atau saldo kredit sesuai dengan jenis akunnya.

Membuat suatu neraca

Neraca biasanya dibuat setiap menjelang penutupan buku. Proses pembuatan neraca atau trial balance ini dimaksudkan dalam memastikan bahwa nilai jenis akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit. Atau bisa dikatakan bahwa secara keseluruhan jumlah nilai transaksi debit dan kredit sama seimbang.

Ini berarti bahwa saldo – saldo akhir akun bersaldo debit dijumlahkan dan saldo – saldo kredit juga dijumlahkan. Kemudian dibandingkan. Jika nilainya sama berarti sudah benar namun jika nilainya berbeda berarti ada yang salah dengan pencatatan atau siklus yang dilakukan.

Menyusun laporan keuangan sebagai tugas akhir

Anda harus tahu bahwa semua hal yang dilakukan dalam alur – alur sebelumnya, dilakukan hanya untuk satu tujuan yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam proses akuntansi dimana laporan ini terdiri atas empat jenis laporan yang meliputi :

  • Laporan laba rugi : merupakan laporan yang berisi nilai laba atau rugi bersih perusahaan dalam satu periode
  • Neraca : laporan yang berisi tentang posisi keuangan perusahaan pada pos – pos asset, modal dan kewajiban.
  • Laporan arus kas : merupakan laporan yang dibuat berisi tentang informasi aliran keluar masuknya kas dalam suatu periode akuntansi perusahaan.
  • Laporan perubahan ekuitas atau modal : laporan yang menunjukkan perubahan modal bagi pemilik perusahaan dalam suatu periode.

Sekarang kita semua tahu tentang arti penting suatu debit dan kredit dalam ilmu akuntansi termasuk dalam kaitannya dengan penyusunan sebuah laporan keuangan bagi perusahaan dalam satu periode. Semoga informasi diatas menjadi informasi yang bermanfaat.