Pengetian Reksadana dan Informasi Lain Tentang Reksadana Lebih Lengkapnya

Pengetian Reksadana – Anda pastinya sudah sangat sering mendengar mengenai reksadana. Reksadana ini merupakan salah satu instrumen investasi yang saat ini lagi digandrungi oleh banyak orang. Maka dari itu pada artikel kali ini kami akan menginformasikan kepada Anda lebih lengkapnya tentang pengertian dari kata reksadana dan informasi lain terkait dengan reksadana tersebut. Mari simak selengkapnya di bawah ini.

video apa tentang apa itu reksadana?

Pengertian Reksadana Lengkap

Apa itu reksadana ?? Reksadana adalah wadah atau tempat yang umumnya digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk kemudian diivestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Dengan kata lainnya, reksadana ini dapat diibaratkan sebagai sebuah wadah yang dimiliki oleh MI atau Manajer Investasi, yang mana wadah tersebut berisikan berbagai macam saham.

Saham yang ada di dalam keranjang ini antara satu reksadana dengan reksadana yang lain tergantung dari resep masing – masing Manajer Investasi.

Apa itu reksadana

Sejarah Reksadana Lengkap

Reksadana yang pertama kalinya bernama Massachusetts Investors Trust, diterbitkan pada tanggal 21 Maret 1924 silam, yang hanya dalam kurun waktu satu tahun setelah memiliki 200 investor reksadana dengan memiliki aset senilai US$ 392.000. Lalu di tahun 1929, sewaktu bursa saham jatuh, pertumbuhan di industri reksadana ini ternyata menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa tersebut Kongres Amerika keluarkan Undang – Undang Surat Berharga 1933, dan juga Undang – Undang Bursa Saham 1934.

Yang mana berdasarkan peraturan tersebut, reksadana harus didaftarkan di Securities and Exchange Commission, atau SEC, yakni sebuah komisi yang ada di Amerika yang bertugas untuk menangani perdagangan surat berharga dan juga pasar modal. Selain hal tersebut, penerbitan reksadana ini harus untuk menyediakan prospektus yang di dalamnya memuat sebuah informasi untuk keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk halnya surat berharga yang nanti akan menjadi objek utama dari kelolaan, informasi tentang Manajer Investasi yang terbitkan reksadana itu sendiri. SEC bahkan juga ikut terlibat dalam perancangan Undang – Undang Perusahaan Investasi di tahun 1940, yang kini menjadi acuan bagi ketentuan yang harus dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksadana.

Dengan pulihnya kepercayaan pasar mengenai bursa saham, reksadana mulai bertumbuh dengan baik dan bisa berkembang. Sampai akhir tahun 1960 silam, diperkirakan sudah ada sekitar 270 reksadana dengan dana kelolaan sekitar 48 triliun US Dollar. Reksadana indeks yang pertama kalinya dikenalkan di tahun 1976 oleh John Bogle dengan diberi nama “First Index Investment Trust” yang sekarang berubah nama menjadi, “Vanguard 500 Index Fund” yang menjadi salah satu reksadana dengan dana kelolaan paling besar, yang mencapai sekitar 100 triliun US Dollar.

Salah satu kontributor paling besar dari pertumbuhan reksadana di Amerika tersebut adalah dengan adanya ketentuan tentang rekening pensiun perorangan, yang menambahkan ketentuan ke dalam internal revenue code yang kemudian mengizinkan perorangan untuk menyisihkan sebesar 4.000 US$ setahun.

pengertian Reksadana

Mengetahui Sistem Kerja Reksadana

Seperti yang sudah kami bahas di atas, reksadana ini merupakan wadah untuk menghimpun dana maupun modal yang asal muasalnya dari investor, dan diinvestasikan ke dalam bentuk portofolio investasi. Kewenangan dalam menginvestasikan modal ini ke dalam bentuk portofolio dilakukan perusahaan perantara, dan hal tersebut biasanya disebut sebagai Manajer Investasi. Manajer Investasi dalam hal ini bertugas untuk lakukan pengelolaan terhadap modal yang sudah dihimpun dari para investor, lalu menempatkannya pada surat berharga seperti obligasi, saham, pasar uang, dan lain – lain.

Periode yang umumnya ditawarkan oleh reksadana sendiri dibagi menjadi dua bagian, yakni dalam jangka pendek dan jangka panjang. Investor dapat memilih periode investasi mana yang dirasa paling cocok dan sesuai dengan keadaan dirinya sebelum akhirnya berinvestasi. Para investor nanti juga akan mendapat keuntungan melalui pembagian dividen, atau pun bunga yang sudah dibukukan kepada NAB atau Nilai Aktiva Bersih.

Kekayaan yang didapat reksadana harus disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi oleh Manajer Investasi. Bank kustodian tersebut nanti yang akan bertindak sebagai tempat atau wadah penitip kolektif. Sementara itu Manajer Investasi sendiri yang akan mendapat fee yang dihitung berdasarkan persentase yang sudah ditentukan dari nilai – nilai aset. Umumnya persentase tersebut dicantumkan terbuka di prospektus reksadana yang bisa dibaca oleh semua calon investor.

reksadana adalah

Inilah Jenis – Jenis Reksadana yang Harus Diketahui

Dalam Undang – Undang pasar modal, pengertian dari kata reksadana ini merupakan wadah yang nanti akan menghimpun dana masyarakat untuk kemudian diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi. Dana yang telah diinvestasikan bisa berupa pasar uang, saham, obligasi, atau pun sekuriti yang lainnya. Secara umum, reksadana ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni reksadana terbuka dan reksadana tertutup. Namun untuk informasi lebih lengkapnya, mari simak beberapa ulasan di bawah ini.

  1. Reksadana terbuka
  2. Reksadana tertutup
  3. Reksadana saham
  4. Reksadana pendapatan tetap
  5. Reksadana campuran
  6. Reksadana pasar uang
  7. Reksadana index

pengertian reksa dana

Reksadana terbuka

Ini adalah jenis investasi yang nanti bisa dijual kembali tanpa lewat mekanisme penjualan pada bursa efek pada perusahaan Manajemen Investasi. Umumnya reksadana yang ada saat ini merupakan jenis yang terbuka dengan harga jual yang biasanya akan sama dengan nilai bersih aktiva.

Reksadana tertutup

Sementara itu untuk jenis reksadana tertutup ini tidak bisa dijual kembali ke perusahaan Manajemen Investasi. Unit penyertaannya hanya bisa dijual pada bursa efek dengan harga jual dibawah nilai aktiva. Jumlah dana atau pun aset pada reksadana jenis ini jumlahnya cukup besar sekali, sebab ada keterbatasan investor untuk dapat melakukan investasi karena periode yang lebih panjang. Setidaknya ada empat unsur penting dalam reksadana yang harus diketahui oleh calon investor, diantaranya :

  • Reksadana adalah sekumpulan dana dari sekumpulan investor
  • Diinvestasikan lewat instrument investasi
  • Reksadana dikelola dan dijalankan Manajer Investasi profesional
  • Reksadana merupakan alat investasi dana untuk jangka menengah dan jangka panjang

Dan di bawah ini adalah beberapa jenis reksadana berdasarkan portofolionya yang juga harus Anda ketahui, diantaranya sebagai berikut.

Reksadana saham

Ini adalah cara investasi yang bisa dikatakan paling disarankan bagi mereka yang memang sudah terbiasa dengan dunia investasi berbentuk portofolio. Setidaknya ada sekitar 80 persen dari portofolio dikelola dalam efek yang bersifat ekuitas atau saham. Jenis investasi satu ini sangat tidak disarankan untuk mereka yang masih pemula, sebab keberhasilannya baru akan terasa apabila dalam jangka panjang. Investasi jenis ini memiliki peluang untung dalam jumlah sangat besar sekali, namun pastinya juga memiliki resiko yang besar pula. Dalam jangka pendeknya bisa saja terjadi kerugian besar. Tapi, ketika sudah mencapai jangka panjang, maka akan dicapai keuntungan dalam jumlah sangat besar.

Reksadana pendapatan tetap

Ini adalah jenis investasi dalam bentuk efek hutan. Dengan investasi tersebut, maka para investor akan menerima pendapatan dengan nominal tetap untuk setiap periodenya. Pastinya hal tersebut akan lebih cocok dan pas bagi mereka yang masih pemula dalam berinvestasi reksadana. Alasannya adalah karena mereka yang masih pemula biasanya lebih cenderung untuk memilih ini sebab peluang untuk alami kerugian lebih kecil dari reksadana saham. Namun demikian, keuntungan yang bisa didapatkan juga lebih kecil dibandingkan reksadana saham. Pemula akan memiliki waktu serta uang yang cukup bisa memilih reksadana dengan resiko yang tidak terlalu besar ini.

Reksadana campuran

Ini adalah perpaduan antara reksadana tetap dengan reksadana saham. Investasi yang dilakukan bisa berupa efek hutan dan efek ekuitas. Reksadana dengan jenis satu ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan paling tepat untuk berinvestasi di dunia efek. Dengan memilih reksadana campuran, maka para investor akan berpotensi untuk dapatkan keuntungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan reksadana tetap. Namun apabila dibandingkan dengan reksadana saham, maka peluang keuntungan yang didapatkan lebih kecil. Tentu saja resiko kerugian pada saat mengambil investasi reksadana campuran tersebut lebih kecil dibandingkan reksadana saham.

Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang ini dapat digunakan sebagai pilihan paling tepat bagi mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek, dan dalam waktu kurang dari satu tahunan. Pastinya jangka waktu tersebut sangat pendek sekali untuk ukuran sebuah investasi berjangka. Ada berbagai bentuk dari reksadana satu ini yakni SBI atau deposito. Tingkatan resiko dari investasi tersebut memang yang paling rendah apabila dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya yang sudah kami sebutkan di atas. Resiko yang rendah ini ternyata berbanding lurus dengan pendapatan yang akan diterima oleh investor, yang mana keuntungan yang didapatkan juga tidak terlalu besar.

Reksadana index

Ini adalah jenis investasi yang dikelola secara pasif. Pengelolaan reksadana index tersebut menjadikannya tidak turut serta dalam jual beli yang ada di dalam bursa. Keuntungan atau pun kerugian yang akan didapat para investor umumnya akan sejalan dengan index yang selisihnya cukup kecil sekali.

Mengetahui Karakteristik Reksadana

  • Ini adalah perusahaan sekuritas atau pun manajemen aset.
  • Reksadana dijual agen penjual reksadana, baik itu bank atau pun lewat perusahaan sekuritas.
  • Dalam reksadana tidak ada uang pertanggungan dan tidak ada pula biaya asuransi.
  • Besarnya biaya pembeli sekitar 0 persen – 2 persen dari nilai reksadana.
  • Tidak ada biaya administrasi.
  • Biaya penjualan di reksadana sebesar 0 persen – 2 persen dari nilai reksadana itu sendiri dalam kurun waktu satu tahun pertama.
  • Alokasi dana setor tahun pertama sekitar 98 persen – 100 persen.
  • Menggunakan satu harga.
  • Biasanya penjualan perlihatkan prospectus dan juga pengisian profil resiko.
  • Sebagian besar para investor di reksadana adalah ritel dan institusi.
  • Sebagian besar para investor sudah paham produk reksadana yang akan dibelinya.

pengertian reksadana

Mengetahui Manfaat Reksadana Secara Umum

1. Sebagai manajemen yang profesional

Dana yang sudah diinvestasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional, dan sudah ahli dalam hal pengelolaan dana yang secara umum bersifat terbatas waktu. Peranan manajer dalam hal ini penting sekali untuk pengelolaan portofolio dalam reksadana.

2. Diversifikasi investasi

Adanya diversifikasi investasi ini maka bisa meminimalisir munculnya resiko yang diwujudkan oleh portofolio. Walaupun demikian tidak bisa hilangkan resiko investasi dengan reksadana.

3. Pengelolaan dana yang transparan

Adanya transparasi dalam reksadana bisa digunakan untuk memantau keuntungan lewat perkembangan biaya, dan juga portofolio secara kontinu. Pengelolaan dana umumnya akan menerbitkan nilai – nilai aktiva bersih, untuk setiap pertengahan tahun dan tahunan secara teratur, sehingga investor bisa memantau perkembangannya.

4. Likuiditas yang tinggi

Hal ini bisa tingkatkan keberhasilan investasi. Pemodal nanti akan mencairkan unit penyertaannya sesuai dengan ketetapan yang telah dibuat oleh reksadana, untuk memudahkan para investor dalam mengelola kasnya.

5. Biaya yang rendah

Efisiensi biaya transaksi sebab dalam reksadana ini adalah sekumpulan pemodal yang dikelola oleh manajer secara profesional dan sejalan dengan kemampuan untuk berinvestasi pula.

6. Resiko yang rendah

Invetasi di reksadana tidak akan bisa dihilangkan sama sekali dari resiko – resiko kerugian. Akan tetapi reksadana masih banyak diminati oleh investpr menengah hingga investor ke atas.

fungsi reksadana

Bentuk Hukum Reksadana

Berdasarkan UU pasar modal nomor 8 1995 pasal 18, ayat 1, bahwa bentuk hukum reksadana di Indonesia ini ada dua macam, yakni reksadana dalam bentuk perseroan dan kontrak investasi kolektif yang akan kami bahas lebih detailnya di bawah ini.

  • Reksadana dalam bentuk perseroan (PT. Reksadana). Ini adalah perusahaan yang jika dilihat dari sisi bentuk hukumnya tidak berbeda jauh dari perusahaan lain. Perbedaannya ada pada jenis usahanya, yakni jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.
  • Kontrak investasi kolektif. Kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dengan bank kustodian juga ikut mengikat pemegang unit penyertaan sebagai investor. Lewat kontrak tersebut maka Manajer Investasi diberi wewenang penuh untuk mengelola portofolio efek serta bank kustodian diberikan wewenang pula untuk melaksanakan penitipan serta administrasi investasi.

pt reksadana

Berbagai Resiko Investasi Reksadana

1. Menurunnya NAB atau Nilai Aktiva Bersih Unit Penyertaan

Terjadinya penurunan ini biasanya disebabkan oleh harga pasar yang dimasukkan di dalam portofolio reksadana tersebut alami penurunan, dibandingkan dari harga pembelian di awal. Penyebab utama dari penurunan harga ini bisa saja disebabkan oleh banyak hal, seperti akibat dari kinerja bursa saham yang memburuk, situasi politik dan ekonomi, terjadinya kinerja emiten memburuk, dan masih ada banyak lagi lainnya.

2. Resiko likuiditas

Lalu, untuk potensi resiko likuiditas ini sendiri bisa saja terjadi jika pemegang unit penyertaan reksadana di salah satu Manajer Investasi tertentu, ternyata lakukan penarikkan dana dalam jumlah besar di hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi alami rush atas unit penyertaan reksadana. Hal tersebut bisa saja terjadi jika ada faktor negatif yang bisa mempengaruhi investor reksadana untuk lakukan penjualan kembali unit penyertaan reksadananya tersebut.

3. Resiko pasar

Ini adalah situasi pada saat harga instrumen investasi alami penurunan drastis yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham, atau pun pasar obligasi. Istilah lainnya adalah pasar sedang alami kondisi bearish, yakni harga – harga saham maupun instrumen investasi lain alami penurunan harga drastis. Resiko pasar yang terjadi secara tidak langsung tersebut akan mengakibatkan NAB, sehingga unit penyertaan reksadana akan alami penurunan juga.

4. Resiko default

Resiko default ini sendiri bisa saja terjadi apabila pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emite, yang mana saat itu sedang alami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan masih baik – baik saja, sehingga pihak emite dengan terpaksa tidak membayar kewajibannya. Resiko ini hendaknya dihindari, misalnya saja dengan cara memilih Manajer Investasi yang terapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

kekurangan reksadana

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang pengertian reksadana dan informasi lain tentang reksadana lebih lengkapnya. Semoga bermanfaat.