Susunan Tata Surya dan Fakta Menariknya

Tata surya merupakan susunan benda – benda langit yang terdiri atas matahari sebagai titik tumpu atau titik pusatnya dan dikelilingi planet – planet, komet, meteorid serta juga asteroid. Benda langit yang berupa planet dan benda langit lainnya yang beredar mengelilingi matahari tersebut sebagian besarnya memiliki garis edar atau orbit yang berbentuk elips.

Bidang edar planet – planet yang mengelilingi matahari tersebut disebut bidang edar, sementara bidang edar planet bumi disebut dengan bidang ekliptika. Selain melakukan revolusinya benda – benda langit juga berputar pada porosnya yang disebut rotasi sementara waktu sekali benda langit melakukan rotasi disebut kala rotasi.

Susunan Tata Surya Dan Planet Planetnya

tata surya

Pembahasan kita kali ini bukan tentang revolusi dan rotasi melainkan mengenai susunan tata surya dan fakta menarik tentangnya. Informasi selengkapnya bisa Anda simak dalam informasi di bawah ini!

Pusat Tata Surya Adalah Matahari

Pusat Tata Surya

Jika selama ini Anda menganggap bintang itu bersinar dengan cahaya sendiri sebenarnya yang terjadi bukanlah demikian. Cahaya bintang merupakan pantulan karena sejatinya bintang sejati hanyalah matahari. Matahari merupakan bintang sejati yang menghasilkan sinar cahaya kemudian memberikan pancaran sinar cahayanya sebagai pusat tata surya.

Dengan hampir memiliki seluruh massa tata surya yang terkumpul sampai dengan 98%, matahari kemudian menjadi anggota tata surya yang paling besar. Matahari yang terbentuk kurang lebih sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu awalnya terjadi karena pembentukan sebuah gumpalan gas hydrogen yang  menghasilkan pijar. Menurut para ahli astronomi, matahari berasal dari ledakan pembentuk bintang di generasi pertama dimana matahari memiliki ukuran diameter sebesar 1.392.500 km kurang lebih sekitar 10 kali lebih besar dari planet Jupiter dan 109 kali lebih dari diameter bumi.

Matahari terbentuk dengan beberapa lapisan bagian. Lapisan – lapisan matahari diantaranya :

Inti matahari

Inti matahari merupakan lapisan paling dalam dari matahari supaya berlangsungnya reaksi fusi dapat berfungsi dalam memberikan energy untuk matahari. Bagian ini turut membangkitkan sekitar 99% energy yang dihasilkan oleh matahari.

Fotosfer

Fotosfer merupakan bagian dari permukaan matahari dimana lapisan tersebut memberikan cahaya sehingga juga turut dapat memberikan penerangan setiap harinya. Ketebalan dari fotosfer sendiri kurang lebih sepanjang 300 km dan memiliki suhu sampai dengan 6000 kelvin.

Kromosfer

Kromosfer merupakan suatu lapisan yang berada diatas fotosfer dan memiliki peran sebagai atmosfer matahari. Kromosfer ini merupakan elemen lapisan inti matahari yang memiliki bentuk yang mirip dengan gelang merah berputar mengelilingi bulan ketika gerhana matahari total terjadi dengan suhu 4500 kelvin dan juga memiliki ketebalan kromosfer sampai dengan kisaran 2000 km.

Korona

Korona sendiri merupakan lapisan paling luar atmosfer matahari dan memiliki ketebalan sekitar 700 ribu km serta memiliki suhu sampai dengan kisaran 1 juta Kelvin. Korona yang memiliki bentuk mirip dengan mahkota berwarna abu – abu serta dapat terlihat ketika terjadi suatu gerhana matahari secara total.

Nama Planet Tata Surya Dan Keterangannya

tata surya

Planet merupakan elemen penghuni langit yang bekerja memutari matahari dengan mengandalkan lintasan tertentu dan juga memiliki garis tengah sepanjang 4000 km. Cahaya yang didapatkan planet dari matahari kemudian dipantulkan kembali.

Pada kali pertama susunan planet ditemukan terdiri atas 9 planet dalam tata surya akan tetapi saat ini Pluto bukan merupakan bagian dari keluarga galaxy bimasakti yang mengitari matahari dalam lintasan elips. Peredaran masing – masing planet bekerja berlawanan dengan arah jarum jam sehingga sangat teratur dan tidak terjadi benturan satu dengan yang lainnya. Menurut peletakannya, planet dibagi menjadi dua bagian diantaranya planet luar dan planet dalam. Planet yang merupakan planet dalam adalah planet dengan garis edar didalam diantara matahari dan bumi. Sementara planet luar merupakan planet dengan garis edar yang berada di luar peredaran bumi terdiri atas planet Neptunus, Uranus, Saturnus, Jupiter dan planet Mars.

Gambar Planet merkurius

tata surya

Merkurius merupakan planet paling kecil dan paling dekat dengan matahari. Merkurius tidak memiliki satelit atau bulan dan juga tidak memiliki hawa. Garis tengah dari planet merkurius sendiri mencapai 4500 km yang lebih besar dibandingkan dengan garis tengah bulan yang hanya sebesar 3160 km saja. Dapat diperkirakan bahwa tidak ada kehidupan sama sekali di planet Merkurius. Merkurius merupakan planet yang mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari yang berarti panjang siang hari 28 hari lebih dan demikian dengan malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu sekitar 88 hari.

Gambar Planet venus

tata surya

Planet yang satu ini merupakan sebuah planet yang lebih kecil dari bumi. Planet venus menempati pada urutan kedua terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal dengan sebutan bintang kejora karena sinarnya terang di waktu sore dan juga di pagi hari. Kala rotasi venus adalah lebih dari 247 hari dengan waktu revolusi selama 225 hari yang artinya satu tahun dari venus adalah 225 hari.

Gambar Planet Bumi

tata surya

Bumi berada di urutan ketiga yang merupakan planet paling dekat dengan matahari. Ukuran besarnya nyaris sama dengan ukuran Venus dengan garis tengah mencapai 12.640 km. Jarak antara bumi dengan matahari kurang lebih sekitar 149 juta km. Bumi mengadakan rotasi selama 24 jam yang hal ini menjadikan penyebab adanya siang dan malam. Rotasi paling ideal untuk kehidupan adalah di planet bumi.

Planet mars

tata surya

Planet yang satu ini memiliki warna kemerahan yang diduga tanahnya mengandung banyak kandungan besi oksigen. Pada area permukaan planet ini terdapat warna – warna seperti hijau, biru dan juga sawo matang yang senantiasa berubah sepanjang masa tahun. Planet mars ini memiliki dua satelit atau bulan yaitu phobus dan juga daimus.

Jarak antara planet Mars dengan matahari adalah 226,48 km dimana garis tengahnya mencapai 6272 km dengan revolusi yang mencapai 1,9 tahun. Rotasinya sendiri mencapai 24 jam 37 menit. Satelit Mariner IV pernah melakukan penelitian di planet Mars dan menginput data bahwa di planet ini tidak ada oksigen, tidak ada air sementara kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air tidak lebih merupakan suatu lapisan salju yang benar – benar tipis.

Planet Yupiter

tata surya

Yupiter merupakan planet yang paling besar dimana berdasarkan analisa spektroskopis, diketahui fakta bahwa planet ini merupakan sebuah planet yang mengandung gas metana dan amoniak serta juga mengandung gas hydrogen. Planet Yupiter ini memiliki kurang lebih 14 satelit atau bulan. Planet ini memiliki garis tengah mencapai 138.560 km dimana rotasinya sangat cepat yaitu 10 jam saja. Karena itu gaya gravitasi disini sangat kuat. Planet Jupiter memiliki sebanyak 12 satelit atau  bulan dan 3 darinya beredar secara berlawanan dengan 9 yang lain.

Planet Saturnus

tata surya

Saturnus merupakan sebuah planet yang memiliki massa jenis sangat kecil bahkan lebih kecil daripada air yaitu 0,75 g/cm3 sehingga akan terapung di air. Planet ini nyatanya merupakan sebuah planet yang berupa gas terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata – rata mencapai 103 derajad celcius. Saturnus memiliki 10 satelit dan diantaranya yang paling besar disebut Titan sementara yang lain disebut Phoebe yang bergerak secara berlawanan arah dengan 9 satelit yang lainnya.

Planet Uranus

Gambar Planet uranus

Planet Uranus merupakan planet yang memiliki sebanyak 5 satelit. Berbeda dengan planet – planet yang lain, planet Uranus arah gerak rotasinya dari timur ke barat dimana jarak dari planet ini ke matahari mencapai 2860 juta km dan mengelilingi matahari dalam kurun waktu 84 tahun. Rotasinya sendiri mencapai 10 jam 47 detik. Besar Uranus kurang dari setengah Saturnus dengan garis tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat VOYAGER di bulan Januari pada tahun 1986 Uranus memiliki sebanyak 14 buah satelit.

Planet Neptunus

tata surya

Neptunus memiliki dua buah satelit. Satu diantaranya disebut dengan Triton. Satelit Triton ini beredar secara berlawanan arah dengan gerak rotasi dari Neptunus. Jarak dari planet ini ke matahari kurang lebih sekitar 44790 km dimana planet ini mengelilingi matahari dalam kurun waktu sekitar 165 tahun dalam sekali putaran.

Urutan Tata Surya Selanjutnya adalah Komet

komet

Komet berasal dari bahasa Yunani yaitu Kometes yang berarti memiliki rambut panjang.  Menurut istilah Komet berarti suatu benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Komet sendiri terdiri atas es yang sangat padat dengan orbit yang lebih lonjong dibandingkan dengan orbit dari planet. Komet dapat menyemburkan gas yang bercahaya dimana dapat terlihat dari bumi. Ada beberapa bagian komet diantaranya :

  • Inti komet yaitu bagian komet yang kecil akan tetapi padat tersusun dari debu dan juga gas.
  • Koma, yaitu daerah kabut yang ada di sekeliling inti.
  • Ekor komet yaitu bagian yang memanjang dan memiliki panjang yang mampu mencapai satu satuan astronomi. Dimana 1 SA = jarak antara bumi dan matahari.

Arah ekor komet menjauhi matahari dimana kebanyakan komet tidak bisa dilihat dengan mata telanjang akan tetapi harus dengan menggunakan teleskop. Komet yang terkenal adalah komet halley yang ditemukan oleh Edmunt Halley dimana komet ini muncul setiap 76 tahun sekali. Komet sendiri dengan ekornya sering disebut sebagai bintang berekor.

Asteroid, Salah satu bagian dari Sistem Tata Surya Bima Sakti

Sistem Tata Surya Bima Sakti

Asteroid merupakan suatu benda langit yang mirip dengan planet – planet dimana letaknya berada diantara orbit planet Mars dan planet Yupiter. Asteroid juga disebut planetoid atau planet kerdil dimana asteroid yang paling besar dan yang pertama adalah Ceres yang ditemukan pertama kali oleh Giussepe Piazzi yang merupakan astronom asal Italia. Ada juga asteroid yang dikenal dengan nama Icarus. Icarus ini adalah salah satu asteroid yang pernah mendekati bumi dengan memiliki orbit yang bentuknya lonjong.

Meteoroid

Meteoroid

Meteroid merupakan batuan – batuan kecil yang sangat banyak dan melayang – layang di angkasa luar. Batuan – batuan didalam meteoroid ini banyak mengandung unsur besi dan juga nikel yang masuk ke atmosfer karena pengaruh dari adanya gravitasi bumi. Batuan – batuan atau benda – benda langit yang bergesekan dengan atmosfer bumi dan kemudian habis terbakar sebelum sampai di area permukaan bumi sering disebut dengan istilah meteor. Sementara batuan yang tidak habis terbakar dan bisa sampai di permukaan bumi disebut meteroid.

Bulan, Satelit Bumi

Satelit Bumi

Bulan merupakan suatu benda langit yang mengitari bumi. Karena bumi mengitari matahari maka bulan juga mengitari matahari secara beriringan dengan bumi. Selain itu bulan juga berputar pada porosnya sendiri. Dengan demikian bulan memiliki tiga gerakan sekaligus dimana benda – benda langit yang berada didalam tata surya tersusun secara sangat rapi satu dengan yang lainnya.

Benda – benda langit yang bergerak tidak saling bertabrakan karena memiliki garis orbit yang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini juga terjadi karena adanya gaya gravitasi pada masing – masing benda langit dimana dengan demikian bisa dikatakan bahwa yang menjadi penyebab gerakan benda – benda langit teratur adalah gaya gravitasi bumi.

Fakta Menarik Tentang Tata Surya

Fakta Menarik Tentang Tata Surya

Mengenai tata surya kita, ada beberapa fakta menarik tentangnya yang akan kita ulas kali ini. Berikut fakta menarik tentang tata surya yang Anda harus tahu untuk semakin menambah wawasan tentang tata surya :

Merkurius bukan planet terpanas

fakta tata surya

Banyak orang yang selama ini berpikir bahwa merkurius merupakan planet terpanas karena letaknya yang sangat dekat dengan matahari. Ya, memang jarak antara Merkurius ke matahari bahkan kurang dari setengah jarak bumi ke matahari. Akan tetapi faktanya berlainan. Merkurius bukan planet terpanas di tata surya kita. Planet yang terpanas di sistem tata surya kita adalah Venus.

Ukuran Pluto lebih kecil dibandingkan ukuran benua Australia

fakta pluto

Inilah yang menjadi salah satu alasan mendasar mengapa planet Pluto diturunkan statusnya menjadi bukan planet yang juga disebut sebagai planet kerdil. Sebagai perbandingan adalah benua Australia. Benua Australia diketahui memiliki lebar sekitar 4000 km sementara Pluto hanya sekitar 2370 km. ½ ukuran lebih kecil dari benua yang sangat kecil di bumi tentunya.

Tepian tata surya 1000 kali lebih jauh dari Pluto

tata surya

Mungkin diantara kita masih ada yang berpikir bahwa tepian tata surya kita adalah di orbit planet kerdil Pluto. Akan tetapi faktanya bahwa saat ini astronomo sudah menemukan kebenaran yang lain bahwa benda – benda yang mengorbit matahari jaraknya lebih jauh dari Pluto. Benda – benda yang kemudian disebut sebagai objek trans neptunus. Setelah orbit Pluto juga terdapat sebuah area yang bernama sabuk kuiper dimana area ini merupakan di ujung tata surya yang berisi dengan material pembentuk komet dimana sabuknya diperkirakan meluas selebar 50 sampai dengan 60 AU dimana 1 AU ukurannya 150 juta km.

Venus lebih mirip dengan bumi

fakta tata surya

Venus memiliki diameter sekitar 12.100 km yang hampir sebesar bumi. Volume planet Venus sendiri adalah sekitar 85,7% dari volume bumi dan juga memiliki 90% dari luas permukaan bumi. Sementara itu massa dari Venus adalah sebesar 81,5% massa bumi dan memiliki gaya gravitasi mencapai 90% dari gaya gravitasi yang sudah dirasakan di bumi.

99% massa tata surya adalah massa matahari

99% massa tata surya adalah massa matahari

Satu hal yang Anda harus tahu bahwa Sembilan puluh Sembilan persen total massa di tata surya kita merupakan massa dari matahari. Jupiter dan juga beberapa planet besar yang lain hanya menyumbang kurang dari satu persen massa tata surya bahkan bumi hampir tidak terlalu diperhitungkan.

Matahari tentu saja menjadi bagian yang paling penting dan sangat penting dari sistem tata surya kita walau bintang ini memberi kita cahaya panas dan energi yang cukup untuk keberlangsungan kehidupan di bumi namun terkadang banyak yang melupakan betapa besarnya matahari di galaxy kita. Padahal faktanya, matahari merupakan elemen terpenting yang sangat besar di galaxy kita.