Klasifikasi Makhluk Hidup dan Penjelasan Lengkapnya

Dalam ilmu biologi tentu kita sudah tahu bahwa terdapat sebuah ilmu yang mempelajari tentang tingkatan dan klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam mengelompokkan makhluk hidup. Pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup ini didasarkan pada suatu kesamaan ciri dan juga perbedaan yang bisa ditemukan.

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan cara melihat ciri – ciri makhluk hidup yang paling umum sampai dengan yang paling spesifik. Selain dikelompokkan berdasarkan cirinya, makhluk hidup juga dikelompokkan berdasarkan manfaat, ukuran serta habitatnya. Dalam biologi, ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup disebut dengan ilmu taksonomi.

Pada awalnya ilmu taksonomi diprakarsai oleh ilmuwan Swedia yang bernama C.Linnaeus. Kelompok makhluk hidup olehnya diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu kelompok hewan (animalia) dan kelompok tumbuhan. Linnaeus memperkenalkan klasifikasi makhluk hidup juga dengan beberapa urutan. Selengkapnya informasi tentang klasifikasi makhluk hidup bisa Anda simak dalam uraian di bawah ini!

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Para ilmuwan mengelompokkan makhluk hidup yang ada di bumi tentu bukan tanpa tujuan. Ada beberapa tujuan yang diharapkan bisa didapatkan dengan adanya ilmu taksonomi yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup, diantaranya :

1. Agar memudahkan proses mempelajari makhluk hidup

Klasifikasi dalam pengelompokan makhluk hidup dilakukan dengan cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri – ciri yang dimiliki. Dengan mengetahui klasifikasi makhluk hidup tertentu kita juga sekaligus bisa tahu ciri – ciri dari makhluk tersebut. Selain itu juga kita akan mengetahui makhluk hidup apa saja yang memiliki ciri – ciri yang serupa.

2. Mengetahui hubungan kekerabatan

Pengelompokan makhluk hidup juga terjadi karena adanya pengelompokan berdasarkan ciri – ciri dari makhluk hidup yang bersangkutan. Tingkatan takson yang juga turut diperkenalkan oleh Linnaeus juga sekaligus dapat membantu kita agar bisa tahu hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Dengan mencari tahu ciri – ciri makhluk hidup berdasarkan tingkatan taksonnya, kita jadi bisa memahami juga bagaimana hubungan kekerabatan pada makhluk hidup yang bersangkutan.

3. Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya

Berdasarkan ciri – ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup kita juga bisa mencari tahu serta membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Misalkan antara kera dan juga monyet, walaupun mirip akan tetapi keduanya sama – sama memiliki nama ilmiah yang berbeda. Hal ini juga karena adanya ciri yang membedakan antara keduanya.

4. Menyederhanakan suatu objek studi

Makhluk hidup yang hidup dan tinggal di bumi ini jumlahnya ada jutaan. Untuk mempelajarinya tentu saja butuh waktu yang sangat lama. Karena itu kemudian diperlukan klasifikasi ilmiah yang besar agar objek studi semakin jauh sederhana. Klasifikasi makhluk hidup juga akan lebih membantu kita untuk mengenali dan juga mempelajari makhluk hidup karena sudah dikelompokkan atas dasar kesamaan ciri – ciri yang dimiliki olehnya.

5. Memberi nama makhluk hidup yang masih belum diketahui namanya

Seiring dengan perkembangan waktu, berbagai macam penemuan spesies baru terus menerus terjadi. Spesies – spesies baru tersebut tentu saja masih belum memiliki nama. Karenanya juga diperlukan suatu langkah upaya klasifikasi makhluk hidup. Dengan mengetahui ciri – ciri dari spesies yang ditemukan, maka kemudian spesies yang ada akan memiliki nama ilmiah sesuai dengan ciri – ciri seperti apa yang sudah ia tunjukkan.

Linnaeus juga turut memperkenalkan mengenai klasifikasi makhluk hidup dengan urutan dari yang paling tinggi ke tingkatan yang paling rendah mulai dari kingdom menuju ke filium (hewan) ke division (tumbuhan) menuju ke tingkatan kelas, ordo, familia, genus dan sampai di tingkat spesies. Mengenai tata cara pemberian nama ilmiah oleh Linnaeus diambil dari nama genus dan spesies didalam klasifikasi makhluk hidup tersebut.

Cara memberi Nama Ilmiah pada makhluk hidup

Berikut ini terdapat beberapa aturan yang digunakan dalam memberikan nama ilmiah pada makhluk hidup yang meliputi :

  • Nama ilmiah yang menggunakan bahasa latin
  • Nama ilmiah yang terdiri atas dua kata dimana kata pertama adalah nama genus dan kata yang kedua adalah nama spesies
  • Penulisan dari nama ilmiah ditulis dengan menggunakan huruf cetak miring atau digaris bawahi.
  • Huruf yang pertama merupakan kata pertama (nama genus) yang harus menggunakan huruf capital.
  • Seluruh huruf yang terdapat di kata kedua (nama spesies) tidak menggunakan huruf capital.

Sebagai contoh, penulisan nama ilmiah untuk tanaman pisang yaitu Musa paradisiaca atau Musa paradisiaca. Dalam nama ilmiah, musa merupakan nama genus sementara paradisiacal adalah nama spesiesnya.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sebagai bapak taksonomi, Linnaeaus menyatakan bahwa ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan didalam melakukan klasifikasi makhluk hidup tersebut, diantaranya meliputi :

  • Tahapan yang pertama adalah identifikasi. Tahapan identifikasi ini dilakukan dengan Anda melakukan deskripsi ciri – ciri makhluk hidup yang akan diklasifikasikan.
  • Tahapan yang kedua adalah pengelompokan. Tahapan pengelompokan ini dilakukan dengan berusaha mengelompokkan makhluk hidup didasarkan atas ciri – ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup yang bersangkutan. Makhluk hidup dengan ciri – ciri yang sama akan masuk ke dalam satu kelompok yang sama atau juga bisa dikatakan akan masuk ke dalam satu takson didalam ilmu taksonomi.
  • Melakukan penamaan takson. Jadi jika makhluk hidup sudah dilakukan pengelompokan ke dalam takson yang sejenis, kemudian selanjutnya akan ada pemberian nama takson. Nah, pemberian nama takson ini dilakukan dalam mempermudah pengenalan ciri – ciri pada kelompok makhluk hidup tertentu.

Dasar – Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Dalam melakukan klasifikasi makhluk hidup ternyata tidak hanya didasarkan pada kesamaan cirinya saja. Akan tetapi masih ada beberapa criteria yang dijadikan sebagai dasar dalam melakukan klasifikasi makhluk hidup. Beberapa aspek tersebut diantaranya meliputi :

1. Didasarkan pada kesamaan cirinya

Dasar pertama dari klasifikasi makhluk hidup adalah didasarkan pada kesamaan cirinya. Sebagai contoh, elang dan juga ayam termasuk ke dalam kelompok aves. Penggolongan ini didasarkan pada kesamaan ciri yang memiliki paruh, bulu dan juga bentuk sayap yang nyaris mirip untuk keduanya sehingga berada di kelompok jenis yang sama.

2. Didasarkan pada perbedaannya

Walau hewan yang satu dengan yang lain bisa masuk ke dalam kelompok jenis yang sama akan tetapi juga bisa jadi dua makhluk hidup dalam satu jenis tersebut memiliki perbedaan. Semisal seperti contoh diatas yaitu ayam dan elang. Kedua hewan ini merupakan suatu pengelompokan hewan berjenis aves akan tetapi keduanya memiliki perbedaan dari segi jenis makanan yang dikonsumsi. Ayam merupakan jenis hewan herbivora karena mengonsumsi tumbuhan, sementara elang merupakan hewan dengan jenis karnivora karena mengonsumsi binatang. Inilah yang menjadi beda keduanya.

3. Didasarkan pada ciri morfologi dan anatominya

Langkah awal yang dilakukan untuk mengelompokkan makhluk hidup salah satunya juga adalah dengan mengamati ciri morfologinya. Seperti dengan menggolongkan beberapa jenis tumbuhan berdasarkan bentuk pohon, daun, bunga, warna dan yang lainnya. Jika memang ciri morfologi sudah diamati dan diklasifikasikan kemudian selanjutnya mengetahui seperti apa ciri anatominya seperti ada atau tidak sel trakea, cambium, berkas pengangkut dan yang lainnya. Beberapa jenis makhluk hidup juga mungkin akan memiliki sebuah struktur morfologi yang sama namun memiliki suatu kondisi struktur yang berbeda bahkan juga bisa sebaliknya.

4. Didasarkan pada ciri biokimianya

Selain didasarkan pada ciri morfologi dan juga anatominya, klasifikasi makhluk hidup yang selanjutnya juga dilakukan dengan melihat bagaimana struktur biokimia didalamnya. Hal ini yang penting diperhatikan seperti kandungan enzimnya, jenis DNA dan juga tentu jenis proteinnya. Ciri – ciri biokimia ini akan memberikan bantuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya.

5. Didasarkan pada manfaatnya

Makhluk hidup dengan ragam yang banyak tentu juga memiliki manfaat yang berbeda – beda. Perbedaan manfaat ini sendiri dapat digunakan menjadi suatu dasar untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup yang didasarkan atas manfaatnya juga seringkali penting diperhatikan dan banyak digunakan para ahli.

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

urutan Klasifikasi Makhluk Hidup

 

Tingkatan klasifikasi makhluk hidup ini terdiri atas 7 tingkatan. Tingkatan klasifikasi makhluk hidup yang pertama kali dilakukan adalah oleh Linnaeaus. Tingkatan taksonomi ini dimulai dari yang paling umum atau yang paling tinggi sampai dengan tingkatan yang paling rendah atau paling spesifik. Mengenai penjelasan tentang tingkatan klasifikasi makhluk hidup tersebut dapat Anda simak berikut ini :

Kingdom atau Regnum

Kingdom merupakan tingkatan yang paling tinggi dari klasifikasi makhluk hidup. Binatang akan diklasifikasikan sebagai kingdom animalia. Sementara tumbuhan akan masuk ke dalam kingdom tumbuhan kingdom plantae dalam tingkatan taksonomi ini.

Filum atau Divisio

Filum disebut juga dengan keluarga besar dimana ciri – ciri umum pada satu kingdom ini akan dikelompokkan menjadi beberapa filum. Hal ini juga tergantung atas ciri – ciri yang ditunjukkan.

Beberapa contoh jenis filum pada hewan diantaranya yaitu filum Arthropoda dengan memiliki ciri kaki yang berbuku – buku dan juga memiliki kutikula yang keras. Kemudian juga ada film chordata yang memiliki ciri bertulang belakang dan juga bernotokorda. Kemudian ada contoh lainnya adalah filum pada tumbuhan seperti halnya filum Spermatophyta atau tumbuhan berbiji dan juga filum Basidiomycota atau yang sering disebut dengan tumbuhan jamur berbasidium.

Kelas

Tingkatan yang berada dibawah filum atau divisio adalah kelas. Ketika tumbuhan dan hewan pada filum atau divisio memiliki ciri yang sama kemudian dimasukkan ke dalam satu kelas, pada tumbuhan dikenal terdapat dua macam kelas yaitu tumbuhan dengan bijinya yang berkeping satu dan juga ada tumbuhan dengan bijinya yang berkeping dua.

Tumbuhan yang berkeping satu disebut dengan monokotil sementara tumbuhan yang berkeping dua disebut dengan tumbuhan dikotil. Sementara pada klasifikasi hewan, hewan yang memiliki beberapa kelas seperti kelas mamalia, dan yang lainnya. Sebagai contoh, hewan yang berada di kelas mamalia seperti halnya sapi, anjing, kuda, kambing dan yang lainnya.

Ordo

Tingkatan takson yang berada dibawah kelas adalah ordo. Nama ordo pada tumbuhan biasanya berakhiran dengan ales. Sementara pada hewan tidak ada suatu ciri khusus pada karakteristik penamaannya. Seperti contoh penamaan ordo pada hewan adalah herbivora, carnivora, omnivora dan sebagainya. Contohnya pada kelas mamalia terbagi ke dalam beberapa ordo misalkan ordo herbivora yang meliputi kambing, sapi, gajah dan sebagainya. Sementara ordo carnivora terdiri atas anjing, harimau, beruang dan sebagainya. Kemudian babi dan tikus adalah contoh dari ordo omnivora.

Familia atau keluarga

Familia merupakan tingkatan takson yang berada dibawah ordo. Biasanya terdapat suatu kelompok yang memiliki kerabat dan memiliki beberapa kesamaan ciri. Pada tumbuhan, nama famili akan berakhiran –aceae sementara pada hewan nama famili akan berakhiran dengan idae. Seperti contoh Rosaceae atau keluarga mawar, Solanaceae atau keluarga kentang, Falidae atau keluarga kucing dan Canidae atau keluarga anjing.

Genus

Nama genus dari makhluk hidup bisa diambil dari berbagai kata misalkan dari zat kandungannya, nama hewannya dan yang lain sebagainya. Nama genus sendiri diawali dengan huruf capital dimana penulisannya dengan bentuk bercetak miring atau tegak akan tetapi dilengkapi dengan garis bawah.

Spesies atau jenis

Spesies menjadi suatu satuan dasar untuk sistem klasifikasi. Spesies merupakan tingkatan yang paling rendah dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Spesies ini merupakan makhluk hidup yang melakukan perkawinan dengan seksama dan menghasikan keturunan secara fertile. Dua kata didalam penamaan ilmiah makhluk hidup menunjukkan nama genus dan jenisnya. Kata pertama adalah nama genus sementara kata yang kedua adalah jenis makhluk hidup.

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup 6 kingdom

Sistem klasifikasi makhluk hidup hadir dalam beberapa jenis atau kategori. Yang paling populer adalah sistem klasifikasi makhluk hidup 6 kingdom yang terdiri atas :

Kingdom Monera

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

Kingdom ini dalam sistem klasifikasi makhluk hidup terdiri dari bakteri dan ganggang biru hijau. Jika dilihat dari mikroskop kebanyakan bakteri terlihat memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi melalui bukti biologi molecular dijumpai bedanya pada ARN ribosom sehingga para ahli mikrobiologi membedakan bakteri menjadi dua kategori yaitu kategori eubacteria dan juga kategori archaebacteria.

  • Eubacteria adalah kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup di lingkungan biasa.
  • Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang dapat hidup di lingkungan ekstrim misalkan pada sumber air panas, didalam laut dengan kadar garam yang tinggi atau di tempat yang asam.

Kingdom Protista

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

Kingdom ini merupakan suatu organisme yang memiliki selaput inti dan memiliki sel tunggal yang bisa ditemui dimana saja. Protista dikelompokkan menjadi tiga yaitu protista yang menyerupai tumbuhan atau ganggang dan protista yang menyerupai jamur. Protista juga ada yang menyerupai hewan atau protozoa. Ciri – cirinya hampir semua protista hidup di air karena mereka tidak memiliki pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.

Kingdom Fungi

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

Kingdom ini biasanya memiliki sel banyak, memiliki membran inti juga sekaligus memiliki  peran sebagai decomposer pada lingkungan. Jamur juga mendapatkan makanan dengan cara saprofit atau parasit.

Kingdom plantae

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

Kingdom ini merupakan organisme yang memiliki membran inti yang juga bisa membuat makanannya sendiri dan memiliki sel banyak. Biasanya kingdom ini hidup di darat dimana cara berkembang biaknya bisa secara kawin dan tidak kawin.

Kingdom animalia

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

Organisme ini merupakan organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan makanannya. Sel hewannya tidak memiliki dinding sel.

Kingdom virus

Sistem klasifikasi Makhluk Hidup

Tubuh virus tersusun atas asam nuklea yang diselubungi oleh protein. Di luar sel hidup, virus merupakan suatu benda mati dimana virus hanya bisa hidup dan memperbanyak diri didalam sel hidup inangnya.

Itulah bagaimana klasifikasi makhluk hidup dan informasi penjelasan lengkapnya. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.