Mengenal Lebih Jauh Peran Penting Rambu Lalu Lintas Bagi Pengguna Jalan

Rambu lalu lintas merupakan salah satu bagian dari fasilitas jalan umum yang berupa huruf, lambang, angka, maupun kalimat yang dibuat khusus dengan menggunakan papan atau sejenisnya yang ada di tepi jalan. Agar bisa bermanfaat dengan baik di setiap waktu, material untuk tiang serta papan rambu lalu lintas ini dipilih khusus, yang bisa memantulkan sinar atau cahaya pada saat keadaan gelap gulita. Dengan maksud tujuan yakni agar para penggunda jalan bisa tetap melihat simbol rambu lalu lintas yang sudah dipasang meskipun kondisi gelap.

Baca Juga : Ciri – ciri Negara Hukum

Mengenal Berbagai Jenis Rambu Lalu Lintas

Mengenal Berbagai Jenis Rambu Lalu Lintas

Setidaknya ada dua jenis rambu lalu lintas yang penting untuk Anda ketahui jika dilihat dari segi pemasangannya,

Rambu-rambu Sementara

pertama adalah rambu sementara. Ini adalah jenis rambu yang umumnya dipasangkan pada saat ada situasi atau pun kondisi tertentu pada suatu jalan yang hanya sementara, sebab membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Seperti pada saat terjadi bencana tanah longsor, biasanya di jarak sekitar 50 – 100 meter sebelumnya dipasang sebuah rambu yang menandakan agar para pengguna jalan lebih berhati – hati lagi.

Rambu-rambu Tetap

Lalu untuk jenis rambu lalu lintas yang kedua, yakni rambu tetap. Ini merupakan jenis rambut lalu lintas yang terpasang dan bersifat secara permanen di suatu jalan yang perlu rambu – rambu untuk peringatan. Seperti halnya rambu dengan palang yang menggunakan lambang huruf S di silang, atau pun di garis miring sehingga rambut lalu lintas tersebut menandakan dilarang berhenti.

Mengetahui Fungsi Rambu Lalu Lintas Lengkap

Rambu Lalu Lintas

Inti dari rambu lalu lintas yang biasanya Anda jumpai di jalanan adalah untuk mendukung kelancaran dan juga keselamatan para pengendara, atau pun pengguna jalan. Apabila dispesifikasi lebih jauh lagi fungsi dari rambu lalu lintas tersebut adalah sebagai berikut ini.

  1. Untuk memberikan informasi kondisi jalan
  2. Untuk mendukung kampanye keselamatan lalu lintas
  3. Memberikan informasi keadaan lalu lintas
  4. Sebagai sarana informasi pada saat sedang ada perbaikan jalan

Fungsi – fungsi tersebut merupakan faktor – faktor yang bisa mendukung kelancaran maupun keselamatan para pengendara juga pengguna jalan lain. Jadi, rambu lalu lintas ini juga bisa didefinisikan sebagai hal yang sangat bermanfaat sekali bagi para pengendara maupun pengguna jalan.

Jika melihat secara realita, ada banyak sekali para pengendara yang dengan sengaja suka sekali melakukan pelanggaran rambu lalu lintas di jalanan, semua itu disebabkan oleh keegoisan sih pengendara atau pengguna jalan. Maka sangat wajar sekali jika masih ada banyak terjadi kecelakaan.

Oleh karenanya sangat perlu sekali meningkatkan kesadaran diri pada saat berkendara, dan taat untuk mengikuti peraturan rambu lalu lintas yang ada. Agar kita bisa lebih paham dan tahu pada saat menemui rambu – rambu yang ada di jalanan, sebaiknya ketahui juga informasi lebih lengkapnya tentang rambu lalu lintas yang akan kami rangkumkan di bawah ini.

Arti Warna Dasar pada Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas Warna kuning

Rambu lalu lintas

Rambu lalu lintas ini umumnya digunakan untuk memberikan peringatan kemungkinan ada bahaya, atau pun tempat berbahaya di depan pengguna jalan. Contohnya saja di depan ada turunan maupun tanjakan, serta belokan yang tajam, sehingga diharap agar lebih berhati – hati lagi. Ciri – ciri rambut lalu lintas dengan warna kuning ini adalah warna dasar kuning dengan lambang, tulisan atau pun gambar berwarna hitam.

rambu lalu lintas Warna merah

rambu lalu lintas

Sementara itu untuk rambu lalu lintas dengan warna berikut ini menandakan rambu tersebut berisi larangan. Dilarang berhenti, dilarang parkir, dilarang menyalip, atau pun larangan – larangan lain yang akan berlaku hingga rambu akhir larangan. Ciri – ciri rambu-rambu lalu lintas warna merah ini adalah warna dasar putih dengan garis tepian merah, huruf, atau angka yang berwarna hitam.

Rambu-rambu lalu lintas Warna biru

Rambu Lalu Lintas warna biru

Rambu dengan dasar warna biru ini berisikan perintah wajib dipatuhi oleh pengguna jalan. Umumnya kita menemukan di perempatan yang ada traffic light atau bahkan di pinggiran jalan. Contoh jika ada rambu warna biru dengan penunjuk panah, ini artinya bisa belok langsung atau pun belok harus menunggu isyarat lampu, bisa juga menyeberang jalan harus lewat zebra cross. Ciri – ciri rambu lalu lintas warna biru adalah berwarna dasar biru, memiliki garis tepian putih, lambang putih, huruf atau pun angka putih serta kata – kata putih.

Rambu-rambu Warna hijau

gambar Rambu Lalu Lintas

rambu lalu lintas dengan warna hijau ini menandakan informasi jalan atau pun informasi lain kepada para pengguna jalan. Rambu lalu lintas dengan warna tersebut sering sekali dijumpai di jalan tol, yakni berupa papan berwarna hijau dengan nama daerah, tempat, maupun informasi lain di bagian tengahnya. Ciri – ciri rambu lalu lintas dengan warna hijau tersebut adalah berwarna dasar hijau yang memiliki garis tepi berwarna putih. Lambang atau pun huruf di bagian tengahnya juga berwarna putih.

rambu lalu lintas Warna putih

gambar Rambu Lalu Lintas warna putih

Ini adalah warna rambu-rambu lalu lintas terakhir yang memberikan isyarat akhir larangan, baik itu larangan kecepatan minimum atau maksimum, dan batas akhir semua larangan yang dinyatakan oleh satu atau lebih rambu lalu lintas larangan.

Manfaat Mematuhi Rambu Lalu Lintas

fungsi Rambu Lalu Lintas

  1. Menjaga keselamatan di jalan raya
  2. Menjadi insan yang taat akan aturan perundang – undangan lalu lintas
  3. Menghindari perselisihan dengan sesama pengguna jalan atau pengendara
  4. Terhindar dari kecelakaan lalu lintas
  5. Menjaga ketertiban di lalu lintas
  6. Menjadi teladan pengendara yang baik
  7. Mencegah terjadinya kemacetan

Fungsi dan Perlengkapan Rambu-rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas konvensional

gambar Rambu lalu lintas konvensional

Rambu konvesional ini terdiri dari dua bagian, yakni daun rambu dan tiang rambu. Daun rambu adalah alumunium atau pun bahan lainnya yang memenuhi persyaratan teknis tempat diletakan rambu lalu lintas. Daun rambu ini bisa berupa berukuran kecil, sedang, besar, atau berukuran sangat besar sekali. Untuk setiap daun rambu harus dipasangkan logo perhubungan yang berupa stiker di bagian depan bawah. Stiker ini diterbitkan oleh Direktur Jenderal, Gubernur, dan Bupati atau pun Wakikota sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku di daerah atau wilayah tersebut.

Sementara itu untuk tiang rambu pada rambu lalu lintas ini merupakan sebuah batangan logam, atau bahan lainnya untuk dipasangkan maupun melekat di daun rambu. Tiang rambu tersebut bisa berupa tiang huruf “F”, tiang tunggal, bentuk tiang kupu – kupu dengan tiang tunggal, atau tiang gawang tiang ganda, maupun lebih.

Rambu lalu lintas elektronik

gambar Rambu lalu lintas elektronik

Fungsi dari rambu elektronik satu ini adalah bisa digunakan untuk informasi pergerakan lalu lintas yang berupa peringatan, petunjuk, larangan, dan perintah. Tidak hanya digunakan untuk sebagaimana yang dimaksudkan pada pernyataan yang sudah kami bahas di atas, rambu lalu lintas elektronik ini ternyata juga bisa digunakan untuk menginformasikan kondisi lalu lintas, menginformasikan kondisi cuaca, informasi perbaikan jalan, dan untuk kampanye keselamatan lalu lintas serta angkutan jalan.

Rambu lalu lintas elektronik ini berupa larangan, peringatan, petunjuk, dan perintah yang mana berdasarkan fungsinya terdiri dari :

  • Rambu lalu lintas elektronik difungsikan untuk menampilkan sebuah piktogram yang mirip dengan rambu lalu lintas konvensional maupun piktogram yang lainnya.
  • Rambu elektronik tersebut bahkan digunakan untuk menampilkan sebuah pesan peringatan, larangan, perintah, dan penunjuk maupun pesan yang lainnya.
  • Fungsi yang ketiga adalah untuk menampilkan kombinasi yang menampilkan grafis.

Sementara itu ketentuan dari pemasangan rambu lalu lintas elektronik tersebut adalah rambu lalu lintas elektronik ini bisa dipasang secara bersamaan dengan rambu lalu lintas konvensional, dan ukuran serta tata cara peletakannya pun untuk spesifikasi teknik rambu lalu lintas elektronik tersebut yang memang sudah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Lalu, beberapa perlengkap rambu lalu lintas elektronik yang dibutuhkan adalah tiang rambu, modul kontrol, catu daya, dan layar monitor.

Rambu-rambu lalu lintas peringatan

gambar Rambu-rambu lalu lintas peringatan

Rambu lalu lintas jenis ini umumnya digunakan untuk memberikan peringatan serta kemungkinan adanya sesuatu yang berbahaya di jalanan, maupun tempat yang berbahaya di jalan. Intinya adalah memberitahu hal – hal yang sifatnya berbahaya. Bahaya dalam hal ini berarti suatu kondisi dimana keadaan yang benar – benar membutuhkan suatu kewaspadaan dari pengguna jalan. Keadaan dimana pengguna jalan butuh suatu kewaspadaan diantaranya kondisi untuk prasarana jalan, kondisi untuk cuaca, kondisi untuk alam, kondisi untuk lingkungan, dan lokasi yang rawan kecelakaan.

Selain itu juga penting untuk diketahui bahwa rambu lalu lintas peringatan ini terdiri atas rambu peringatan adanya perubahan kondisi alinyemen horizontal, peringatan adanya perubahan kondisi alinyemen vertikal, peringatan adanya pengaturan lalu lintas, peringatan kondisi jalan yang berbahaya, peringatan adanya lalu lintas kendaraan bermotor, peringatan selain lalu lintas kendaraan bermotor, peringatan untuk kawasan rawan bencana, dan peringatan yang lainnya.

Lalu untuk rambu lalu lintas peringatan dengan perubahan kondisi alinyemen horizontal terdiri atas rambu peringatan untuk tikungan ke arah kiri dan kanan, peringatan untuk tikungan ganda dengan tikungan pertama ke arah kiri dan kanan, peringatan untuk tikungan tajam ke arah kiri dan kanan, peringatan untuk tikungan tajam ganda dengan tikungan pertama ke arah kiri dan kanan, peringatan untuk banyaknya tikungan dengan tikungan pertama ke arah kiri dan kanan, peringatan untuk tikungan memutar ke arah kiri dan kanan, peringatan untuk adanya penyempitan di badan jalan di bagian kiri dan kanan, dan masih ada banyak lagi peringatan bagi pengguna jalan lainnya.

Berikut ini juga ada beberapa rambu peringatan perubahan kondisi alinyemen vertikal yang terdiri dari rambu peringatan untuk turunan landai, peringatan untuk turunan yang curam, peringatan untuk tanjakan landai, dan peringatan untuk tanjakan yang curam.

Kemudian ada pula rambu peringatan kondisi jalan berbahaya yang terdiri dari rambu peringatan adanya permukaan jalanan yang licin, peringatan untuk bagian tepian jalan yang tidak sama tinggi dengan badan jalan, peringatan untuk adanya jurang, peringatan untuk adanya tepian air, peringatan untuk jalan bergelombang, peringatan untuk adanya lontaran kerikil, peringatan untuk permukaan jalan yang berlubang atau cekung, peringatan untuk bagian tepian jalan di sebelah kiri atau kanan yang rawan runtuh, dan peringatan untuk permukaan jalanan yang cembung serta peringatan untuk adanya alat pembatasan kecepatan.

Dan berikut ini adalah beberapa rambu peringatan pengaturan lalu lintas yang juga arus Anda tahu, diantaranya peringatan untuk pengaturan persinyalan, peringatan adanya konstruksi pemisahan jalur lalu lintas, dan peringatan untuk persimpangan prioritas.

Kemudian ada pula rambu peringatan lalu lintas kendaraan bermotor yang terdiri dari rambu peringatan banyak lalu lintas untuk angkutan barang, baik itu barang tipe curah atau cair, barang berbahaya dan beracun, serta barang yang mudah terbakar, juga peringkatan banyak lalu lintas untuk angkutan umum dan kendaraan berat.

Sebagai informasi tambahan, di bawah ini juga akan kami informasikan tentang tata cara penempatan rambu lalu lintas yang benar, diantaranya sebagai berikut.

Tata Cara Penempatan Rambu Lalu Lintas

pemasangan rambu lalu lintas

  • Daerah, wilayah, atau lokasi dipasangnya rambu lalu lintas ini dihitung dengan cara mengaitkan jarak kebebasan pandangan terhadap waktu alih gerak atau manuver kendaraan yang diperlukan. Kecepatan yang digunakan bisa saja berupa kecepatan rencana, batasan kecepatan, atau jika suatu masalah yang sifatnya praktis sudah diidentifikasikan, maka berdasarkan survai bisa ditetapkan kecepatan setempat atas dasar presentile yang ke-85.
  • Rambu lalu lintas ini diletakkan di sebelah kiri menurut arah lalu lintas, di luar jarak tetentu dari tepian paling luar bahu jalan atau pun jalur lalu lintas kendaraan serta tidak merintangi lalu lintas kendaraan juga pejalan kaki dan bisa dilihat pula dengan jelas oleh pengguna jalan. Dalam keadaan tertentu dengan mempertimbangkan lokasi atau tempat serta kondisi lalu lintas, rambu bisa ditempatkan di sebelah kanan juga di atas daerah manfaat jalan. Jarak dari penempatan rambu yang terdekat dengan bagian tepi paling luar bahu jalan maupun jalur lalu lintas kendaraan minimal 0.60 meter, sementara itu rambu yang dipasangkan pada pemisah jalan diletakkan dengan jarak 0.30 meter dari bagian paling luar pemisah jalan.
  • Bagian sisi rambu lalu lintas yang paling rendah minimal 1.75 meter dan tinggi maksimum 2.65 meter di atas titik di sisi jalan yang tingginya dapat diukur dari permukaan jalan, hingga sampai dengan sisi daun rambu bagian bawah atau pun papan tambahan di bagian bawah jika rambu dilengkapi dengan papan tambahan. Sementara itu rambu yang dipasangkan di fasilitas pejalan kaki tingginya 2.00 meter – 2.65 meter dari sisi daun rambu paling bawah. Terutama untuk rambu peringatan diletakkan dengan ketinggian 1.20 meter dan rambu diletakkan di atas daerah manfaat jalan dengan ketinggian 1.20 meter serta rambu yang diletakkan di atas daerah manfaat jalan ketinggian 1.20 meter, lalu rambu yang diletakkan di atas daerah manfaat jalan minimum 5.00 meter.
  • Pemasangan rambu-rambu lalu lintas jalan berorientasi atau mengarah tegak lurus dengan arah sumbu jalan untuk jalan melengkung atau berkelok ke kanan. Untuk jalan lurus atau melengkung ke kiri pemasangan posisi rambu lalu lintas ini harus digeser minimal 30 sarah jarum jam dari posisi tegak lurus yang arah sumbu jalan, kecuali rambu lalu lintas petunjuk seperti tempat penyeberangan, pemberhentian bus, tempat parkir, dan petunjuk fasilitas, pemasangan rambu lalu lintas ini sejajar dengan tepi jalan dan arah dari rambu lalu lintas tersebut harus mengarah ke arah yang tepat. Posisi rambu lalu lintas ini tidak boleh terhalang bangunan pepohonan atau pun benda – benda lainnya yang bisa mengakibatkan pengurangan atau menghilangkan arti dari rambu yang dipasang.

Demikian informasi tentang peran penting rambu lalu lintas bagi pengguna jalan. Semoga bisa bermanfaat.