Informasi Terbaru Tentang Pengertian Variabel Penelitian dan Jenis – Jenisnya

Variabel Penelitian adalah – Penelitian adalah kata yang bisa dibilang sangat sederhana, tetapi masih ada banyak orang yang tidak tahu makna, arti, atau pengertian dari kata penelitian tersebut. Penelitian merupakan proses mencari tahu sesuatu secara sistematis dalam kurun waktu yang relatif lama, misalnya saja dengan menggunakan metode ilmiah dan aturan – aturan yang telah berlaku.

Agar proses penelitian ini dapat berjalan dengan lancar dan bisa berhasil dengan baik, maka penelitian tersebut lebih ditekan kan untuk membuat rancangan penelitian. Untuk menentukan rancangan penelitian, maka ada beberapa hal yang harus diingat, yakni semua komponen penelitian tersebut harus terjalin secara tertib dan serasi.

Dan salah satu komponen penelitian yang memiliki peranan cukup penting dalam kaitannya dengan proses study secara komprehensif adalah variabel penelitian. Variabel ini adalah atribut yang juga menjadi objek titik  perhatian suatu penelitian. Komponen dalam variabel penelitian ini memiliki peranan yang cukup penting sekali untuk menarik kesimpulan atau pun inferensi suatu penelitian. Adapun beberapa jenis – jenis variabel dalam penelitian diantaranya variabel bebas, terikat, aktif, atribut, kontinu, dan kategori yang juga termasuk sebagai variabel laten. Namun sebelum kami akan membahas lebih lengkapnya tentang jenis – jenis variabel penelitian, berikut ini adalah beberapa pengertian variabel penelitian secara umum dan menurut para ahli yang perlu Anda ketahui. Silakan di simak ulasannya.

Pengertian Variabel Penelitian Secara Umum dan Menurut Para Ahli

pengertian Variabel penelitian

Variabel penelitian adalah sesuatu yang menjadi objek dari pengamatan penelitian, sering juga disebut sebagai faktor yang memiliki peranan cukup penting sekali dalam penelitian, atau pun gejala yang akan diteliti. Menurut Kerlinger, variabel merupakan konstruk yang akan dipelajari dan memiliki nilai – nilai yang sangat bervariasi.

Kerlinger bahkan mengatakan bahwasannya variabel ini jadi simbol atau lambang yang padanya seseorang akan meletakkan sebarang nilai maupun bilangan. Pada dasarnya pengertian variabel ini sangat luas sekali, tergantung dari cabang ilmunya. Istilah variabel penelitian tersebut digunakan di berbagai cabang ilmu, seperti komputer, matematika, sains, dan logika matematika. Di bawah ini ada beberapa macam pengertian variabel yang harus Anda tahu berdasarkan cabang ilmunya, diantaranya sebagai berikut.

  • Variabel adalah sebuah objek penelitian, yakni segala sesuatu yang akan diteliti. Variabel sering sekali digunakan dalam penelitian ilmiah dan bisa dikosongkan juga diisi nilainya. Variabel terdiri atas nama dan nilai.
  • Variabel merupakan karakter atau abjad yang mewakili suatu jumlah yang masih belum ditentukan. Tiap – tiap variabel mengandung nilai – nilai dan memudahkan seseorang untuk mengerjakan soal matematika, khususnya yang ada kaitannya dengan aljabar.
  • Variabel adalah nama atau biasanya berupa karakter, kata, maupun abjad yang mewakili beberapa nilai dalam memori komputer.
  • Logika matematika. Variabel menjadi salah satu simbol yang mewakili sebuah teori.

Lalu, pengertian variabel menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri diantaranya sebagai berikut.

  • Pengertian variabel peneltian bisa berubah – ubah, berbeda – beda, dan bermacam – macam, baik itu mengenai mutu, harga dan lain sebagainya.
  • Sesuatu yang bisa berubah, diantaranya faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan.
  • Variabel penelitian juga bisa disebut sebagai satuan bahasa yang paling terpengaruh oleh variasi sosial maupun stilistis yang mana dalam jangka panjangnya mudah berubah. Tidak hanya itu saja, variabel penelitian juga disebut sebagai kelas kata yang bisa menyatakan hubungan gramatikal dengan adanya perubahan bentuk. Dalam hal tersebut kelas nomina, verba, dan adjektiva.

Tidak hanya mengertian variabel di atas, para ahli pun juga memiliki pandangan serta pendapat yang berbeda – beda pula dalam mendefinisikan apa itu variabel. Silakan simak ulasan di bawah ini untuk lebih jelasnya.

F. N Kerlinger

Variabel merupakan konsep yang punya macam – macam dengan konsep yang sudah diubah.

Freddy Rankuti

Sementara itu pengertian variabel penelitian menurut Freddy sendiri adalah konsep yang punya nilai – nilai bervariasi dan nilai tersebut bisa dibagi menjadi empat daya yang berbeda, yakni rasio, skala, ordinal, internal, dan nomina.

Sutrisno Hadi

Variabel penelitian adalah variasi dari objek penelitian, contohnya saja tinggi manusia serta divariasikan dengan usia atau pun berat badan yang dimilikinya.

Sugiyono

Kemudian arti atau pengertian variabel penelitian menurut Sugiyono sendiri merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk kemudian dipelajari, sehingga didapatkan informasi mengenai hal tersebut, lalu ditarik kesimpulannya.

Moh. Nazir

Pengertian variabel penelitian menurut Moh. Nazir sendiri adalah konsep yang memiliki bermacam – macam nilai.

Suharsimi Arikunto

Variabel penelitian merupakan objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian suatu penelitian tersebut.

Bagja Waluya

Arti variabel penelitian adalah konsep yang tidak akan pernah ketinggalan dalam setiap eksperimen, atau penelitian.

Tia Mutiara

Menurut Tia Mutiara sendiri, pengertian variabel penelitian adalah sesuatu yang menjadi fokus perhatikan yang kemudian memberikan pengaruh dan memiliki nilai atau pun value.

Eddy Soeryanto

Sementara itu menurut Eddy Soeryanto sendiri, variabel penelitian adalah objek yang memiliki peranan penting dalam riset pemasaran.

Hatch & Farhady

Variabel penelitian didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau pun objek yang memiliki variasi antara satu orang dengan orang lain.

Bhisma Murti

Variabel penelitian merupakan fenomena yang memiliki variasi nilai – nilai. Dimana variasi nilai tersebut dapat diukur secara kualitatif maupun kuantitatif.

Sudigdo Sastroasmoro

Pengertian variabel penelitian menurut Sudigdo sendiri adalah karakteristik subjek penelitian yang berubah dari satu subjek ke subjek yang lain.

Dr. Ahmad Watik Pratiknya

Variabel penelitian adalah konsep yang memiliki variabilitas, sementara itu konsep sendiri merupakan penggambaran atau pun abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asalkan memiliki ciri yang bervariasi, maka bisa disebut sebagai variabel penelitian. Dengan begitu variabel penelitian bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi.

Dr. Soekidjo Notoatmodjo

Menurut Dr. Soekidjo Natoatmodjo, variabel di sini mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki kelompok lain. Variabel penelitian juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, maupun ukuran yang dimiliki dan didapatkan oleh suatu penelitian mengenai sesuatu konsep pengertian tertentu.

Robbin Pearson

Terakhir adalah pengertian variabel penelitian menurut Robbin Pearson, yakni semua karakteristik umum yang bisa diukur dan bisa berubah dalam intensitas, keluasaan, atau keduanya.

Jenis – Jenis Variabel Penelitian

macam macam variable

berikut ini penjelasan terkait dengan macam-macam variabel penelitian yang perlu kita ketahui bersama, agar kita tidak salah kaprah ataupun salah dalam membedakan variabel

Variabel bebas dan variabel terikat

variabel terikat

Variabel bebas atau yang biasanya sering dikenal dengan sebutan independent, prediktor, antecedent, dan variabel stimulus ini merupakan variabel yang mempegaruhi maupun yang jadi penyebab perubahan dan munculnya variabel terikat. Variabel terikat atau dependen, maupun variabel kriteria, output, dan konsekuen adalah jenis variabel yang dipengaruhi maupun yang menjadi akibat sebab adanya variabel bebas. Variabel terikat ini tidak dimanipulasi, akan tetapi diamati dengan baik variasinya sebagai hasil yang dipradugakan asalnya dari variabel bebas. Biasanya variabel terikat tersebut juga disebut sebagai kondisi yang akan dijelaskan oleh seseorang.

Lalu dalam eksperimen – eksperimennya, variabel bebas ini juga disebut sebagai variabel yang dimanipulasikan oleh pembuat eksperimen. Contohnya saja, ketika peneliti dibidang pendidikan melakukan pengkajian akibat dari berbagai metode pengajaran, maka peneliti bisa memanipulasi metode tersebut sebagai variabel bebasnya, dengan cara menggunakan berbagai metode. Perlu untuk diketahui juga bahwa dalam sebuah penelitian yang sifatnya tidak eksperimental yang pada akhirnya dijadikan sebagai variabel bebas adalah yang secara logis menimbulkan akibat tertentu terhadap suatu variabel terikat.

Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian mengenai merokok dan kanker paru – paru, merokok adalah variabel bebas, sementara itu untuk kanker paru – paru sendiri merupakan akibat dari merokok maupun sebagai variabel terikat. Sehingga variabel bebas ini bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel penyebab, sementara itu untuk variabel terikat sendiri yang akan menjadi akibatnya. Dalam bidang pendidikan, variabel terikat lazimnya adalah prestasi atau hasil belajar. Untuk mengetahui prestasi belajar para peserta didik, peneliti punya beberapa kemungkinan variabel bebasnya, diantaranya kecerdasan, metode pembelajaran, kelas sosial, tipe kepribadian, tipe motivasi, sikap terhadap sekolah. Suasana kelas, dan seterusnya.

Variabel aktif dan variabel atribut

variabel atribut

Lalu untuk variabel aktif sendiri merupakan variabel bebas yang dimanipulasi. Sekarang variabel yang dimanipulasikan tersebut adalah variabel aktif. Contohnya saja peneliti memberikan penguatan yang positif untuk jenis kelakuan tertentu, serta melakukan hal – hal yang berbeda terhadap kelompok lainnya, atau pun memberikan instruksi yang berlainan pada kedua kelompok dan peneliti dengan cara menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, juga memberikan imbalan kepada subjek – subjek dalam sebuah kelompok lain, dan menciptakan kecemasan dengan instruksi yang meresahkan. Sehingga peneliti akan secara aktif memanipulasi variabel metode, kecemasan, dan penguatan.

Kemudian untuk variabel atribut adalah yang tidak bisa dimanipulasi, contohnya saja intelegensi, status sosial – ekonomi, bakat jenis kelamin, sikat, daerah geografis suatu wilayah, dan seterusnya. Pada saat melakukan penelitian atau kajian subjek – subjek penelitian seseorang sudah bisa membawa variabel – variabel tersebut. Yang pada akhirnya membentuk individu maupun subjek penelitian, seperti lingkungan, keturunan, dan situasi lainnya.

Yang menjadi pembeda antara variabel aktif dengan variabel atribut tersebut bersifat umum. Namun variabel atribut bisa juga menjadi variabel aktif. Ciri ini nanti akan memungkinkan untuk dilakukan penelitian relasi yang sama dengan cara berbeda. Contohnya saja, seseorang bisa mengukur kecemasan subjek. Jelas bahwasannya dalam hal ini kecemasan jadi atributnya. Tetapi seseorang bisa juga memanipulasi kecemasan.

Seseorang bisa saja menumbuhkan kecemasan denga tingkatan yang berbeda – beda, misalnya saja dengan cara mengatakan kepada subjek yang termasuk ke dalam kelompok eksperimen bahwa yang hrus dikerjakan sulit, sehingga tingkat kecerdasan akan diukur dan masa depan mereka pastinya tergantung pada skor tes itu. Lalu kepada subjek lain dipesan bahwa kerja sebaik – baiknya tetapi tetap santai saja, hasil tes tidak terlalu penting dan hal ini sama sekali tidak mempengaruhi hari depan mereka.

Variabel kontinu dan variabel kategori

variabel kategori

Variabel kontinu punya sehimpunan harga yang bisa dibilang cukup teratur dalam suatu cakupan tertentu. Artian dari definisi tersebut seperti berikut, yakni harga – harga suatu variabel kontinu cerminkan setidaknya suatu urutan peringkat. Harga yang lebih besar untuk variabel ini berartikan ada banyaknya sifat tertentu yang dikandungnya, jika dibandingkan dengan variabel dengan harga lebih murah. Contohnya saja, harga – harga yang didapatkan dari suatu skala untuk mengukur ketergantungan atau depedensi mengungkapkan bahwa ketergantungan dengan kadar yang berbeda – beda, yakni mulai dari rendah, sedang, sampai tinggi.

Selain itu, ukuran – ukuran kontinu dalam penggunaan nyata dimuat dalam suatu range dan setiap individu nanti akan mendapatkan skor yang ada dalam range tersebut. Contohnya saja suatu skala untuk ukur ketergantungan mungkin punya range mulai dari 1 – 7.

Jadi, secara teoritis ada himpunan harga maupun nilai yang tidak terhingga banyaknya dalam range tersebut. Demikianlah maka skor seseorang individu mungkin sekali adalah 4.72, bukan 4 atau 5. Variabel kategori adalah variabel yang ada kaitannya dengan suatu jenis pengukuran yang dinamakan sebagai pengukuran nominal. Dimana dalam pengukuran nominal ini ada dua himpunan bagian atau lebih yang jadi salah satu bagian dari himpunan objek yang diukur.

Individu – individu dikategorikan berdasarkan kepemilikan ciri – ciri tertentu yang menjadi penentu suatu himpunan bagian. Jadi mengenai variabel tersebut adalah antara “Iya” atau “Tidak”. Contoh yang paling mudahnya adalah variabel kategori dikotomis, jenis kelamin, kulit putih – kulit hitam, republik – demokrat, dan lain sebagainya. Politomi adalah pilihan yang bisa dibilang cukup lazim terhadap khususnya di dalam sosiologi dan ilmu ekonomi.

Beberapa syarat – syarat yang dituntut variabel kategori dan variabel nominal ini sendiri adalah semua anggota himpunan bagian dipandang sama. Contohnya saja, jika variabel tersebut merupakan anutan agama, maka semua penganut Protestan adalah sama, yakni semua penganut Katolik adalah sama, dan semua penganut lain – lain pun sama. Apabila seorang bergama Katolik , ia dimasukkan dalam kategori Katolik dan diberikan angka atau nomor “1” dalam kategori tersebut. Variabel ini sifatnya demokratis, yang berarti tidak mengenal tatanan peringkat maupun ungkapan lebih bear dan lebih kecil dibandingkan diantara kategorinya. Semua anggota kategori punya nilai dan harga yang sama.

Ungkapan variabel kualitatif sendiri terkadang juga digunakan untuk menunjuk variabel – variabel kategori ini, terutama dikotomi. Barangkalai juga untuk mengkontraskannya bersamaan dengan variabel kuatitatif atau variabel kontinu. Penggunaan ungkapan tersebut mencerminkan adanya gagasan yang bisa dikatakan agak menyimpang tentng hakikat variabel. Variabel akan selalu bisa dikuantisasikan, apabila tidak demikian maka pastinya bukanlah variabel.

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa konstruk merupakan hal – hal yang tidak teramati atau non observable, sementara itu defenisi dari variabel secara operasional sendiri adalah hal – hal yang teramati atau observabel. Seorang ahli yang bernama Kerlinger menambahkan bahwa yang dimaksudkan dengan hal ini adalah variabel laten. Variabel laten merupakan suatu utuhan objek tidak teramati yang diduga melandasi variabel amatan. Penelitian cenderung lebih berminat pada variabel laten dibandingkan dengan relasi antara variabel amatan, alasannya adalah karena peneliti telah berupaya untuk menjelaskan fenomena dan relasinya.

Selain hal tersebut, istilah – istilah lain untuk ungkapkan gagasan yang kira – kira sama contohnya saja konstruk disebut dengan variabel intervensi. Dimana variabel intervensi ini merupakan istilah yang dibuat untuk menunjuk pada proses – proses psikologis yang internl dan tidak teramati yang mana pada gilirannya mengacu kepada perilaku. Suatu variabel intervensi tersebut hanya ada di otak peneliti, ini berarti tidak bisa dilihat, didengar, maupun diraba. Kegunaan dari variabel penelitian ini sendiri diantaranya.

  • Untuk siapkan alat dan metode pengumpulan data.
  • Untuk siapkan metode analisis atau pengelohan data.
  • Untuk pengujian hipotesis.

Sementara itu untuk kriteria vaariabel penelitian ini sendiri seperti berikut.

  • Relevan dengan tujuan penelitian.
  • Bisa diamati dan diukur.
  • Variabel perlu diidentifikasi, diklasifikasi, dan didefinisikan secara operasional secara jelas dan tegas. Tujuannya adalah agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan maupun pengolahan data dan juga dalam pengujian hipotesis.

Demikian informasi terbaru tentang pengertian variabel penelitian dan jenis – jenisnya. Semoga bermanfaat.